Layang-Layang Tertua di Dunia Ada di Pulau Muna

Selasa, 28 Mei 2013 - 09:17 wib | Adhia Azkapradhani - Okezone

Pulau Muna (Foto: Indonesiatravel)

Layang-Layang Tertua di Dunia Ada di Pulau Muna
BERMAIN layang-layang mungkin sudah biasa bagi sebagian orang. Namun, jika layang-layang tersebut berusia ribuan tahun, tentu sensasinya akan berbeda.

Pergi ke Pulau Muna di Sulawesi Tenggara, Anda akan mendapatkan sebuah pengalaman menarik. Di Desa Mabolu, Kabupaten Muna, Sulawesi Selatan, Anda dapat menemukan layang-layang yang usianya mencapai 4.000 tahun. Untuk menuju tempat ini, Anda dapat menggunakan speedboat selama dua jam dari Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kaghati Kolope adalah sebuah layang-layang legendaris yang ada di pulau ini. Bahkan, layangan ini telah membuat bangga negara Indonesia. Dibuat langsung oleh tangan nenek moyang dari daun kolope sehingga memiliki nilai sejarah tinggi. Tak heran jika layang-layang ini berulang kali menjuarai Festival Layang-Layang Internasional.

Menurut penelitian, permainan layang-layang (kaghati) oleh nenek moyang masyarakat Muna telah dilakukan sejak 4.000 tahun lalu. Di dalam Gua Sugi Patani, Desa Liangkobori tergambar seseorang sedang bermain layang-layang di dinding batunya dengan tinta warna merah dari oker (campuran tanah liat dengan getah pohon). Diyakini jika Kaghati Kolope merupakan layang-layang pertama yang ada di dunia, seperti dikutip dari Indonesiatravel, Senin (27/5/2013).

Selain kaghati, di Pulau Muna ada kamanu-manu yaitu layangan yang terbuat dari tiga helai daun kolope atau daun gadung lalu di rangkai dengan lidi (lio) yang terbuat dari bambu dan dianyam dimana di bagian kiri kanan lidi ditaruh bulu ayam.

Setiap layangan memiliki ukuran kamumu masing-masing sesuai seleranya sehingga suara yang dihasilkannya juga menjadi spesifik dan dapat dikenali. Kamumu adalah semacam pita suara yang dibuat dari daun nyiur yang apabila ditiup angin akan bergetar dan menghasilkan bunyi khas mendayu terutama saat layangan dibiarkan terbang saat malam hari.

Bagi telinga yang sering mendengar bunyi kamumu akan segera dapat menebak pemilik layang-layang yang terbang di langit saat malam hari. Layangan ini terbuat dari daun kolope kedap air sehingga tahan di udara selama berhari-hari atau sekehendak pemiliknya kapan pun ingin diturunkan. Biasanya laying-layang diterbangkan pada bulan Juni-September. Bila selama 7 hari layang-layang yang diterbangkan tidak jatuh maka si pemilik layang-layang akan menggelar syukuran. Akan tetapi, setidaknya, hobi ini telah ada sekitar 400 tahun di Muna. Bahkan Pulau Muna telah beberapa kali menjadi tuan rumah festival layang-layang.

Menurut cerita turun temurun masyarakat Liang Kabori di Pulau Muna bahwa layang-layang adalah permainan petani pada masa lalu dimana mereka menjaga kebun sambil bermain layang-layang. Masyarakat Pulau Muna juga percaya bahwa layang-layang berfungsi sebagai payung yang akan menjaga pemiliknya dari sengatan sinar Matahari bila ia meninggal dunia. Ketika si pemilik ini meninggal, ia berpulang dengan berpegangan pada tali layangan dan bernaung di bawah layang-layang tersebut. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 20:05 WIB

      Pesta Rakyat Hidupkan Budaya Indonesia

      Kebudayaan Indonesia mulai tersisih, kehadiran budaya barat mulai mewabah. Pesta Rakyat penting mengembalikan kejayaan budaya Indonesia.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 19:13 WIB

      Dewi Gita: Sea World, Gak Perlu Ditutup

      Dewi Gita kaget ditutupnya Sea World. Menurutnya Sea World tidak perlu ditutup sebab telah menjadi tempat edukasi anak soal biota laut.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 18:00 WIB

      Parade Sambut Presiden, Simbol Pemersatu Bangsa

      WARGA Jakarta larut dalam parade budaya di Bundaran HI saat menyambut Presiden Jokowi. Parade ini dianggap sebagai simbol pemersatu bangsa.

       

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 17:05 WIB

      Pengalaman Miss Earth di Thailand

      Thailand merupakan wisata Asia Tenggara. Miss Earth Margenie Winarti menceritakan pengalaman menjelajah wisata di negeri Gajah Putih.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 16:03 WIB

      Thailand, Negeri Penuh Histori

      Thailand merupakan negara di Asia Tenggara memiliki wisata histori. Hal tersebut diceritakan Miss Earth Air 2014 Margenie Winarti.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 15:00 WIB

      Ke Thailand, Sambangi Sukhothai

      Thailand merupakan negara di Asia Tenggara yang harus dikunjungi ketika berwisata. Salah satu tak boleh dilewatkan adalah Sukhothai.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 14:19 WIB

      Lepas Lampion, Warga Jakarta Kecewa

      Ada yang kurang memuaskan dari acara syukuran rakyat di Monas. Pelepasan lampion yang dinanti tidak berjalan seperti diharapkan.

       

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 14:02 WIB

      Miss Earth Air 2014 Betah di Thailand

      Asia dikenal ramah tamahnya, termasuk Thailand. Hal ini diakui Miss Earth Air 2014 Margenie Winarti. Baginya merasa betah ada di Thailand

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 12:00 WIB

      "Pesta Rakyat Kok Sisakan Sampah"

      Syukuran rakyat Salam Tiga Jari telah usai digelar di Monas, tapi meski usai Monas menyisakan banyak sekali sampah bekas makanan.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 11:36 WIB

      Pesta Rakyat, Monas Tampil Beda

      Monumen Nasional berbeda dari biasanya saat syukuran rakyat. Monas yang biasa tampil polos, kini dihias beberapa simbol bertema Indonesia.

    Baca Juga

    Pesta Rakyat Hidupkan Budaya Indonesia