Berburu Buah Tangan Timah dari Pulau Bangka

|

Johan Sompotan - Okezone

Pengrajin timah di Pangkalpinang, Bangka (Foto:Johan Sompotan)

Berburu Buah Tangan Timah dari Pulau Bangka
BERLIBUR ke Kepulauan Bangka Belitung, sempatkan diri untuk belanja souvenir timah. Lihat pula proses pembuatannya agar Anda punya ‘oleh-oleh’ yang lebih bermakna.

Untuk membawa buah tangan berupa timah Pulau Bangka, sebaiknya sambangisaja area pengrajin timah di Depati Hamzah, Bacang, Pangkalpinang. Selain menjajakan souvenir timah, Anda pun bisa melihat secara langsung proses pembuatannya.

Menurut Sugiono, salah seorang pengrajin timah, dirinya memanfaatkan hasil bahan baku timah yang tak terpakai. Dari sanalah tercetus ide untuk mengolahnya menjadi souvenir.

Sebelum mahir membuat souvenir dari timah, ternyata langkah panjang sudah dilalui oleh pria kelahiran 1970an untuk menekuni usahanya. Dia sempat mengikuti pelatihan di kawasan Mentok, Pangkalpinang. Dari sanalah, ilmu membuat kerajinan timah sudah terasah. Namun karena selalu punya ide untuk mengembangkan timah menjadi souvenir menarik, diapun memadukan timah, tembaga, dan antimony yang kemudian menjadi apa yang disebut pewter.

"Kalau sebatas membuat kerajinan dari timah saja, enggak akan ada daya tariknya. Apalagi, timah yang digunakan adalah bekas pakai. Hasilnya pun kurang menarik, makanya saya padukan dengan tembaga dan antimon," ucapnya saat berbincang dengan Okezone, baru-baru ini.

Untuk mendapatkan bahan baku yang diinginkan, Sugiono mengaku harus membeli timah dalam bentuk balok. Harga timah per balok dengan berat 10kg dihargaiRp250 ribu untuk satu kilogramnya.

Diakuinya, membuat souvenir ini butuh waktu hingga berminggu-minggu, apalagi jika souvenir yang dibuat dalam ukuran besar. "Bikin souvenir timah ini tidak bisa tergesa-gesa, karena semua ada prosesnya, mulai dari peleburan, pembentukan, pengikisan, serta proses penempelan," tambahnya.

Beruntung, Okezone diberi kesempatan melihat secara langsung proses pembuatannya. Pertama kali yang dia lakukan adalah meleburkan balok timah menjadi bentuk lembaran, selanjutnya lembaran timah tersebut dipotong sesuai souvenir yang akan dibuat.

Untuk membuat gantungan kunci, misalnya, Anda harus mengikikir balok timah yang sudah diubah menjadi lembaran kemudian kulit bagian luar timah dilakukan dengan cara di-scrub (dipoles hingga berbentuk timah halus). Cara ini akan memunculkan lempengan timah yang mengkilap dan bersih.

"Kalau sudah dilebur dan dipoles, barulah timahnya dibentuk sesuai alat cetakan yang ingin dibuat, kemudian diamplas dan dicuci bersih," tambahnya.

Guna membuat souvenir timah, peralatan yang dia gunakan, adalah kompor (untuk meleburkan timah), tungku (sebagai pembakaran), dan solder (untukpenyambung). Meski, sudah bertahun-tahun membuat souvenir timah, diakuinyakesulitan kadang ditemuinya, terutama dalam membuat partikel-partikel kecil, seperti tangga, karena timah mudah cair bila solder yang dipakai terlalu panas.

"Pengrajin timah itu cuma ada di Bangka, di negara lain enggak ada. Terlebih, ketika sudah dibentuk akan menjadi barang yang berharga," tutupnya. Nah, bagi Anda yang ingin membeli souvenir timah,  harga yang ditawarkan adalah Rp25 ribu hingga Rp12 juta. 
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Anak Bikin Jengkel Penumpang di Pesawat