Keraton Surakarta Kuak Misteri Bangunan Mirip Pagoda

|

Bramantyo - Okezone

Pagoda misterius yang ditemukan di Komplek ISI, Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

Keraton Surakarta Kuak Misteri Bangunan Mirip Pagoda
SOLO - Tabir misteri bangunan mirip Pagoda yang terletak di Kampus II Institut Seni Indonesia (ISI) jalan Ring Road Rt 006/028 Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, mulai terungkap. Keraton Surakarta menguaknya.

Pihak Keraton Kasunanan Surakarta menyatakan bila dalam sejarah berdirinya Keraton Mataram, tidak terdapat Pagoda di tanah Jawa. Putra almarhum Paku Buwono XII, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Suryo Wicaksono, mengatakan bahwa kawasan dimana terdapat bangunan mirip Pagoda dekat Alas Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Alas Krendowahono sendiri bagi Keraton Kasunanan Surakarta merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dalam berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta setelah Kerajaan Mataram dibagi dua oleh Pemerintah Hindia Belanda kala itu.

"Kalau memang Pagoda tersebut ada di saat Keraton berdiri, atau paling tidak saat pemerintahan sebelum PB XIII berkuasa, sudah pasti dalam literatur berdirinya atau pemerintahan Keraton pasti Pagoda tersebut ada. Apalagi, letak bangunan yang katannya mirip Pagoda dekat dengan alas Krendawohono yang tidak bisa dipisahkan dari Keraton Kasunanan Surakarta," kata pria yang akrab disapa Gusti Nino ini kepada Okezone di Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2013).

Menurut Nino, jalur menuju kawasan "Pagoda" tersebut sering dipergunakan pihak Keraton Kasunanan Surakarta bila menuju ke alas Krendowahono. Seperti halnya Pantai Selatan dan Gunung Merapi yang tidak bisa dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta, Alas krendowahono juga penyeimbang Keraton Kasunanan Surakarta selain Gunung Lawu.

Pasalnya, Alas Krendowahono memiliki dua arti penting bagi Keraton Kasunanan Surakarta. Pertama, sering digunakan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai tempat ritual syukuran kepada sang Maha Pencipta atas karunia yang diberikan termasuk memberikan izin berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini.

"Kedua, Alas krendowahono merupakan bagian terpenting bagi Keraton Kasunanan, karena saat Paku Buwono (PB) VI berkuasa, PB VI pernah dijadikan lokasi persembunyian PB VI bersama Pangeran Diponegoro. Sebelum akhirnya PB VI ditangkap dan dibuang ke Ambon oleh Belanda karena dianggap membantu pelarian Pangeran Diponegoro," paparnya. Sehingga, bila Pagoda tersebut sudah ada sejak dulu, tentu akan masuk dalam sejarah Keraton Kasunanan, termasuk berdirinya Kerajaan Mataram. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kantongi Ijazah SMP, Susi Pudjiastuti Jadi Menteri Pariwisata