Sambut KTT APEC, Hotel di Nusa Dua Bertambah

|

Rohmat - Okezone

Hotel Grand Whiz Nusa Dua (Foto: Rohmat/Okezone)

Sambut KTT APEC, Hotel di Nusa Dua Bertambah
NUSA DUA - Ajang pertemuan tingkat dunia KTT APEC di Nusa Dua, Bali, pada Oktober mendatang akan dihadiri kepala negara dan ribuan delegasi. Perhelatannya disambut positif oleh pelaku industri pariwisata di Bali, seraya menambah akomodasi hotel di Nusa Dua.

Pembangunan akomodasi hotel dan restoran di Nusa Dua dan sekitarnya terus meningkat guna menyambut ribuan delegasi negara-negara kawasan Asia Pasifik. Salah satu hotel teranyar yang baru saja diresmikan adalah Grand Whiz Hotel, berlokasi di kawasan elit Bali Tourisme Development Corporation (BTDC) TDC Nusa Dua sebagai tempat digelarnya KTT APEC yang akan dihadiri sekira 21 kepala negara.

Potensi bisnis pariwisata yang tetap prospektif di masa mendatang menjadi salah satu alasan kuat PT Whiz Internasional melakukan ekspansi jaringan hotel di Pulau Dewata. "Untuk menyambut KTT APEC, kami percepat peresmian hotel ini. Apalagi, ada ketentuan tiga bulan sebelum KTT APEC ada screening sehingga kami harus mempersiapkan sejak awal," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Intiwhiz, Moedijanto Soesilo Tjahjono, di sela peresemian hotel di Nusa Dua, Bali, Senin (29/7/2013) malam.

Peresmian hotel dilakukan langsung oleh mantan Menteri Perumahan Rakyat era Orde Baru Cosmos Batubara, sekaligus menandai beroperasinya hotel bintang empat di Nusa Dua. Dia mengaku, pembangunan hotel yang dikebut ini memang untuk menangkap peluang pasar wisatawan asing yang akan menghadiri pertemuan KTT APEC. Alasan lain, menurut dia, melirik pasar MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) yang terus berkembang di Bali.

Kehadiran hotel kedua dalam jaringan Intiwhiz ini di Bali tentu saja akan membuat persaingan bisnis perhotelan di kawasan ini kian ketat. Apalagi, mayoritas hotel di dalam BTDC Nusa Dua berkelas bintang lima.

Meski demikian, Moedijanto tetap optimistis bahwa hotel yang dibangun dengan menelan investasi hingga Rp55 miliar itu akan dapat direspons pasar secara positif. Tentu saja, dalam persaingan itu pihaknya terus berbenah meningkatkan pelayanan dan fasilitas sehingga bisa diterima pasar.

Salah satunya, keberadaan kolam renang yang cukup panjang persis di bibir kamar-kamar dan vila atau kamar langsung menghadap ke alam terbuka. Hal ini memungkinkan para tamu yang menginap bisa leluasa berenang atau bersantai menikmati liburannya di hotel dengan aman dan nyaman.

Hotel terdiri dari 46 unit kamar dan 16 unit vila, berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare. Konsepnya menghadirkan suasana resor yang modern, namun tetap mempertahankan ciri khas bangunan tradisional Bali.

Keunggulan lain, selesainya akses jalan tol atau jalan di atas perairan Benoa, Bandara Ngurah Rai, dan Nusa Dua akan mempercepat jarak tempuh tamu untuk menjangkau hotel, hanya membutuhkan waktu sekira 15 menit. Pihaknya menargetkan, tingkat hunian atau okupansi hotel bisa mencapai 70 persen, selain menyasar segmen wisatawan juga akan membidik segmen bisnis, terutama untuk kebutuhan MICE. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Prisia Nasution Senang Diving di Pulau Kecil