Berlibur ke Myanmar, Deretan Kuliner Tradisional Ini Wajib Dicoba!

|

Johan Sompotan - Okezone

Gorengan ala Myanmar (Foto:CNN)

Berlibur ke Myanmar, Deretan Kuliner Tradisional Ini Wajib Dicoba!
LIBURAN ke Myanmar, kurang lengkap bila tak mencicipi kulinernya. Makanannya didominasi hidangan gurih atau asin karena pengaruh dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.
 
Seperti pada sebagian besar Asia Tenggara, restoran dan warung di Myanmar cenderung mengkhususkan diri pada sajian hidangan tunggal. Nah, daripada bingung ketika berlibur ke Myanmar, maka ada beberapa hidangan Burma dan makanan ringan yang wajib dicoba, seperti dilansir CNN:
 
Teh daun salad
Makanan yang paling terkenal di Myanmar adalah daun teh yang sudah difermentasi. Biasanya, makanan ini disajikan sebagai penutup, dalam bentuk salad daun teh. Untuk membuatnya, gunakan asam dan daun teh yang dicampur dengan irisan kol, tomat, kacang goreng dan kacang polong. Beri pula minyak bawang putih, irisan cabai, dan bawang putih lalu aduk pakai tangan. Hidangan ini sangat serbaguna, bisa sebagai camilan, makanan pembuka, atau ditambah dengan sepiring nasi.
 
Sajian nasi
Di Myanmar pun banyak ragam olahan nasi, salah satunya nga htamin (nasi ikan). Hidangan ini menggabungkan nasi yang telah dimasak dengan kunyit dan sedikit topping ikan air tawar dan minyak bawang putih. Makanan ini sedikit berminyak dan gurih ketika disajikan dengan akar daun bawang, bawang putih mentah, dan kulit babi goreng. Sajian ini menjadi camilan yang memiliki rasa pedas.
 
Kari Burma
Seperti namanya, kari merupakan elemen sentral. Kari yang dimiliki sedikit berminyak karena memakai daging babi, ikan, udang, daging sapi, atau daging kambing. Disediakan pula nasi, salad tart, sayuran goreng, semangkuk kecil sup, dan nampan besar sayuran segar. Ada pula yang direbus dan rempah-rempah yang dimakan dengan berbagai celupan.
 
Celupannya dibuat dari campuran cabai pedas, bawang putih, udang kering yang digoreng dengan minyak, serta saus amis untuk balachaung. Di toko milik Muslim, kari biasanya dibuat sup yang dikombinasikan dengan kacang dan sayuran akar. Sementara, di sampingnya diberi pappadum yang renyah.
 
Pada saat semua makanan tiba, Anda akan berhadapan dengan beragam hidangan yang tampak mencakup semua bahan, tekstur, dan rasa. Setelah selesai, maka akan diberi dessert tradisional yang berisi daun acar teh dan kacang-kacangan, serta potongan gula aren.
 
Camilan

Tidak seperti hidangan manis di Barat, permen Myanmar yang dikenal sebagai moun, tidak dikonsumsi sebagai hidangan penutup melainkan sebagai makanan ringan. Ini biasanya diambil dengan teh di pagi atau sore hari.
 
Moun umumnya tidak dikemas dengan gula, bukan untuk mendapatkan rasa manis dari bahan-bahan, seperti kelapa parut, santan, tepung beras, ketan dimasak, tapioka, dan buah. Permen di Myanmar termasuk hsa nwin ma kin, kue kecil tepung semolina dengan santan, ghee, dan kismis. Bentuknya seperti pancake yang disajikan manis atau gurih.
 
Gorengan
Di Myanmar juga ada gorengan. Mayoritas gorengan yang bisa dibeli di pinggir jalan, yakni samosa, lumpia, roti goreng, dan lainnya. Salah satu hidangan gorengan yang wajib dicoba yaitu buthi kyaw, potongan telur dan labu yang sudah digoreng. Penyajiannya masih panas, labunya sedikit berair, tapi lembut dan biasanya disajikan dengan saus asam manis yang dibuat dari asam dengan penambahan bubuk kacang.
 
Sajian tahu
Salah satu hidangan yang tidak biasa di Myanmar adalah hto hpu new, yang artinya tahu hangat. Makanan ini bukan dibuat dari tahu dan bubur kentalnya diolah dari tepung kacang panjang.
 
Biasanya disajikan di atas mi nasi, terdapat pula potongan ayam atau babi yang diasinkan. Di atasnya diberi minyak cabai dan acar sayuran dan kuah kaldu. Kombinasi yang aneh, tapi bagi penyuka gurih, maka makanan ini cocok untuk dikonsumsi.
 
Sajian mi

Pada dasarnya, makanan berbasis mi diberi kadu di sisinya dan paling lezat adalah nangyi thoke. Makanan ini bertekstur tebal, mirip bihun bulat dengan ayam serta irisan ikan yang tipis dan diberi tauge serta irisan telur rebus.
 
Bahannya dibumbui dengan campuran tepung kacang panggang dan kunyit serta minyak cabai, dengan memberi acara hijau dan semangkuk kaldu. Adapula shan state, yakni sajian bihun dengan kaldu pedas yang dikasih ayam atau babi yang diasinkan serta dihiasi wijen dengan minyak bawang putih yang dikasih acar sayuran. Rasanya memang sedikit hambar tapi cukup memuaskan rasa lapar Anda.
 
Mohingga
Makanan terakhir yang wajib dicoba adalah hidangan nasional di Myanmar yaitu mohinga, bihun bulat yang disajikan hangat, diberi ikan dan bawang merah herbal berbasis kaldu yang dilengkapi dengan empulur dari pohon pisang yang renyah. Disajikan sebagai sarapan, tapi dijual oleh pedagang keliling. Camilain itu ada setiap saat baik siang maupun malam. Untuk taburannya terdapat irisan telur rebus, akyaw, gorengan sayuran yang renyah. Hidangan ini pun diberi remasan kapur atau serpihan cabe kering. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Trik Jitu Memilih Susu Segar di Supermarket