Festival Kuliner Bekasi Sajikan Hidangan Indonesia di Tengah Pedesaan

|

-

Festival Kuliner Bekasi (Foto: malbekasi)

Festival Kuliner Bekasi Sajikan Hidangan Indonesia di Tengah Pedesaan
MERAYAKAN ragam kekayaan warisan kuliner Nusantara, Summarecon Mal Bekasi untuk pertama kalinya menggelar Festival Kuliner Bekasi (FKB). Event yang akan berlangsung rutin setiap tahun ini menyajikan berbagai makanan khas Indonesia yang telah menjadi menu favorit bagi sebagian besar masyarakat.

Dalam setiap penyelenggaraannya, FKB akan mengangkat tema berbeda, dan setiap tema yang diangkat akan memiliki kesinambungan terhadap variasi menu yang dihadirkan, dekorasi, hingga hiburan bagi pengunjung. Tahun ini tema yang dihadirkan adalah "Kampung Sampireun". Nama Kampung Sampireun yang menjadi tema event FKB kali ini, diambil dari istilah 'Sampireun' yang dalam bahasa Sunda berarti "singgah" dan 'Kampung' yang berarti "pedesaan".

FKB bertempat di halaman parkir Summarecon Mal Bekasi. Lokasi ini akan didekorasi layaknya sebuah replika pedesaan tradisional. Dengan dekorasi gubukan khas negeri Sunda, berbagai booth dan gubukan akan dihias jerami sebagai penutup di bagian atap. Temaram lampu di malam hari serta musik pengiring khas Sunda juga akan semakin menambah nuansa pedesaan khas tanah Pasundan.

“Festival Kuliner Bekasi (FKB) bertujuan untuk mempertahankan sajian kuliner tradisional sebagai warisan budaya. FKB juga  memiliki misi untuk mengembangkan bisnis UKM (usaha kecil menengah-red), khususnya di bidang kuliner, sekaligus mengembangkan Kota Bekasi sebagai salah satu destinasi wisata kuliner favorit,” kata Cut Meutia, GM Corporate Communications Summarecon, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/9/2013).

Selain merasakan sensasi berkuliner dengan suasana alam pedesaan yang asri dan nyaman, FKB membawa lebih dari 80 UKM kuliner yang menyajikan ragam menu favorit bagi masyarakat.  Berbagai hidangan khas Jawa Barat telah dipilih untuk dihadirkan, di antaranya Bumbu Desa, Tauge Goreng Bogor, Soto Mie Bogor, Empal Gentong, Cireng Cipaganti, Martabak Bandung Fransiskus, Mie Kocok Bandung, Nasi Timbel Parahyangan, Kupat Tahu Bandung, Nasi Tutug Oncom, Es Cendol Elizabeth, dan masih banyak hidangan lainnya.

Tak ketinggalan, sajian khas Betawi asli Bekasi, seperti Gabus Pucung dan panganan ringan Akar Kelapa. Bagi pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, jangan lupa untuk mengunjungi booth oleh-oleh yang ada di area FKB.

Mengangkat maskot “Si Cepot” yang telah menjadi ikon bagi kebudayaan Jawa Barat, FKB diharapkan akan semakin mengangkat orisinalitas kebudayaan Jawa Barat yang kaya warna dan nilai kesederhanaan. Diharapkan ada lebih dari 1,5-2 juta orang dari wilayah Bekasi dan sekitarnya yang datang berkunjung ke FKB.

"Ke depannya, FKB bisa menjadi ajang kuliner yang mampu menciptakan imej Kota Bekasi sebagai Kota Kuliner, 'Bekasi into Food City', tambahnya.

Festival Kuliner Bekasi merupakan salah satu rangkaian food festival yang digelar oleh unit usaha PT Summarecon Agung Tbk., selain Kampoeng Tempo Doeloe di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, dan Festival Kuliner Serpong di Summarecon Mal Serpong. Dikatakan Cut Meutia, seluruh kegiatan food festival ini senantiasa melibatkan para pengusaha kuliner dengan skala kecil dan menengah (UKM) untuk membantu pengembangan usahanya yang secara langsung akan turut menggerakkan perekonomian daerah.

"Ini sekaligus menjadi upaya untuk melestarikan makanan khas Indonesia agar tetap dikenal, dicintai, dan dikonsumsi oleh masyarakat luas," ujarnya.

FKB akan mulai dibuka untuk umum pada 27 September-15 Oktober 2013 dengan jam operasional Senin-Jumat pukul 16.00-22.00 WIB (weekdays) dan Sabtu-Minggu pukul 11.00-24.00 WIB (weekend). Keunikan lain yang menjadi daya tarik adalah sistem pembayaran yang menggunakan kupon FKB sebagai pengganti nilai mata uang. Kupon dengan pecahan 1.000, 5.000, 10.000, dan 20.000 tersedia di booth-booth cashier yang tersebar di berbagai sudut FKB.

Selain mencicipi deretan makanan-makanan pemanja lidah, FKB juga diramaikan berbagai acara hiburan tematik khas Jawa Barat, seperti Degung, Sisingaan, Angklung, Rampak Gendang, Klotekan Lesung, dan Jaipongan. Kehadiran Hummanoid berpenampilan Cepot, Layar Tancep, dan pertunjukan Wayang Golek pun turut mewarnai Festival Kuliner Bekasi.

Workshop dari Komunitas layang-layang (nama komunitas) juga akan mengajak pengunjung untuk mengenal permainan tradisional ini lebih dekat. Selain diisi dengan latihan membuat layang-layang, pengunjung juga bisa menikmati halaman Summarecon Mal Bekasi untuk menikmati adu permainan dengan sesama pemain. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Vokalis Ini Tidak Berani Santap Kuliner Ekstrem Manado