Istri Sultan HB X yang Hiasi Kamar Pengantin GKR Hayu

|

Ainun Fika Muftiarini - Okezone

GKR Hemas (Foto: Runi/Okezone)

Istri Sultan HB X yang Hiasi Kamar Pengantin GKR Hayu
PROSESI pernikahan Keraton Yogyakarta selalu ditandai dengan dipasangnya tarub di berbagai sudut. Begitu pula saat pernikahan putri keempat Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu dengan calon suaminya, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.
 
Tarub yang terdiri dari pisang, padi, kelapa, palawija, serta janur itu memang dimaksudkan untuk sarana tolak bala. Nantinya, tarub akan dipasang di gapura Keraton Yogyakarta dan Bangsal Kepatihan.
 
Selain tarub, juga akan dilakukan pemasangan bleketepe, yakni daun kelapa yang dianyam. Menariknya, seluruh anyaman kelapa itu dibuat oleh mahasiswa sampai ibu-ibu yang bergotong royong untuk membuat hiasan tersebut.
 
“Bagian-bagian pohon kelapa banyak digunakan dalam prosesi ini. Alasannya karena kelapa dianggap salah satu buah yang berguna, baik daun, buah, maupun batangnya. Pohon kelapa itu juga umurnya panjang. Semua ini diambil makna dan sebagai simbol sekaligus doa,” tutur KRT Pujaningrat, salah satu Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, dilansir Kratonwedding.
 
Sementara itu, jika tarub dan bleketepe dipasang di luar, berbeda dengan kamar pengantin. Di saat yang sama, juga dilakukan prosesi Majang Pasareyan atau menghias kamar pengantin. Hiasan yang digunakan di antaranya berbagai macam kain dengan makna tersendiri, bunga, dan pernak-pernik. Untuk kamar calon mempelai perempuan dihias oleh permaisuri bersama putri Sultan Hamengku Buwono X yang sudah menikah.
 
Seperti diketahui, putri keempat Sultan Hamengku Buwono X itu akan menikah pada 21 hingga 23 Oktober mendatang. Sejumlah prosesi pun harus dilalui hingga hari pernikahan nanti.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Salah Bergaul Penyebab Anak Jadi Pecandu Narkoba