Royal Wedding Yogya Diusulkan Ada Layar Tancap

Kamis, 10 Oktober 2013 - 20:30 wib | Raiza Andini - Okezone

GKR Hayu & KPH Notonegoro (Foto: Kratonwedding) GKR Hayu & KPH Notonegoro (Foto: Kratonwedding) PADA saat prosesi pernikahan antara Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, yang dihelat di Kraton Yogyakarta. Kepala Subdit Kerjasama dan Kemitraan Direktorat Pencitraan Indonesia, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, M. Arif Nazaruddin usulkan agar prosesi pernikahan bisa diberi layar tancap di lapangan terbuka.

Hal tersebut ditujukkan agar masyarakat Yogyakarta bisa merasa lebih dekat dengan keluarga kesultanan.

"Saran saya, masyarakat kelas bawah yang tidak bisa melihat langsung anak sultan menikah. Bisa dibuatkan layar tancap di lapangan. Agar masyarakat senang," katanya kepada Okezone saat diwawancarai usai peluncuran produk baru Nutrifood di Kembang Goela, Plaza Sentral, Rabu, 9 Oktober 2013.

Hal ini bisa menjadi tolak ukur kedekatan antara keluarga Kesultanan dengan rakyatnya. Bisa jadi, ini juga menjadi tontonan budaya yang menarik.

"Dengan rakyatnya bisa melihat langsung proses pernikahan walaupun pakai layar. Ini menandakan bahwa keluarga sultan bisa berbaur dengan rakyatnya, ini juga bisa menjadi tontonan budaya," serunya.

Dia pun mendoakan agar proses pernikahan kedua belah pihak berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun. Berharap mereka memiliki keturunan yang bisa membangun tradisi leluhur di Indonesia.

"Semoga mereka berbahagia dan memiliki momongan cepat. Agar anaknya bisa meneruskan budaya dan tradisi di Indonesia," tutupnya. (ren) (tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »