Janji Tulus di Bali untuk Kebudayaan Dunia

|

Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

World Culture Forum di Bali (Foto: Rifa/Okezone)

Janji Tulus di Bali untuk Kebudayaan Dunia
BALI - World Culture Forum (WCF) 2013 hari terakhir diisi pembacaan Bali Promise. Sembilan poin di dalamnya berisi komitmen ke-17 negara ini untuk melestarikan budaya sebagai pendukung pembangunan berkelanjutan.

Setelah tiga hari berdiskusi dan bertukar pengalaman serta pengetahuan tentang kebudayaan, para delegasi WCF pun sepakat untuk menggarisbawahi bahwa budaya adalah pendorong dan pemerkaya pembangunan berkelanjutan. Para delegasi WCF 2013 lantasĀ  merekomendasikan bahwa dimensi budaya dalam pembangunan terintegrasi secara eksplisit dalam semua tujuan pembangunan berkelanjutan. Mereka lalu merumuskan pertimbangan yang dinamai Bali Promise.

Dalam acara penutupan WCF 2013 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa (26/11/2013), perwakilan delegasi, di antaranya Prof. Dr. David Throsby dari Australia membacakan Bali Promise. Selanjutnya, piagam Bali Promise yang berisi sembilan poin diserahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh.

"Bali Promise adalah sebuah janji yang mencerminkan motivasi yang jujur dan tulus membedakan diri sendiri untuk masa depan lebih baik. Ia sudah menyerap latar belakang, kerangka diskusi, dan rekomendasi termasuk keinginan Indonesia menjadi tuan rumah tetap forum ini di masa depan," ujar Nuh.

Para delegasi WCF juga menyadari program ini merupakan landasan permanen untuk mempromosikan peran kebudayaan dalam pembangunan berkelanjutan dan penjaga keberagaman budaya dan bahasa di dunia. Tak ketinggalan, para delegasi yang merupakan menteri kebudayaan dari 17 negara ini turut menyambut komitmen Indonesia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan WCF berikutnya.
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    GrabTaxi Fokus Jakarta