Ingin Berprestasi meski Baru Kerja Tiga Bulan

Ingin Berprestasi meski Baru Kerja Tiga Bulan

Fredrick Dermawan Purba (Foto: Okezone)

BAGAIMANA saya bisa menjadi karyawan berprestasi ya, karena masih baru bekerja. Saya lihat para senior pintar-pintar dan cekatan. Saya pun ingin sukses seperti mereka. Saya memang baru lulus kuliah dan masuk kerja baru tiga bulan ini.

Niluh, Jakarta
 
Jawaban:
 
Hai Niluh, anak baru yang bermotivasi tinggi. Pertama, antusiasme dan motivasimu untuk segera berprestasi layak diacungkan jempol. Kedua, hal itu jadi modal besar bagimu untuk merintis jalan mendapatkan karier yang cemerlang di kemudian hari.
 
Setiap manusia selalu butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala sesuatu yang baru yang dihadapi, apa pun itu. Perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan handphone baru, mobil baru, rute jalan baru, teman baru, kekasih baru, apalagi dengan pekerjaan yang baru.

Apa yang kamu peroleh selama di bangku kuliah jadi modal awal untuk masuk ke dunia kerja. Tapi dunia praktik (pekerjaan) tidak selalu sama dan sesuai dengan dunia teoretis (perkuliahan). Karenanya, berilah waktu untuk dirimu menyesuaikan diri dengan pekerjaanmu, tidak hanya pada aspek teknikal pekerjaan (tugas dan wewenang), tetapi juga dengan budaya perusahaan dan pergaulan sosial.
 
Ingat, mereka yang berprestasi bukan saja menguasai pekerjaannya, tapi juga menguasai lingkungan di mana bekerja. IQ didukung oleh EQ, hardskills didukung oleh softskills.
 
Ketiga, saat kamu sudah merasa cukup mampu melaksanakan pekerjaanmu dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabmu, mulailah mencari tahu, "Apa yang lebih dapat kuperbuat bagi perusahaan ini? Apa nilai tambah dariku bagi perusahaan tempat aku bekerja ini?"
 
Karena memberikan 100% saja tidaklah cukup, berikan 120% atau lebih. Belajarlah bukan saja pengetahuan dan ketrampilan yang kamu butuhkan untuk melakukan pekerjaan yang kamu kerjakan sekarang, tetapi juga pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh posisi-posisi yang terkait langsung dengan pekerjaanmu.
 
Misalnya, jika kamu adalah customer service sebuah bank, belajarlah tentang bagaimana menjadi seorang kasir, bagaimana menjadi seorang teknisi IT, atau bahkan bagaimana menjadi seorang supervisor customer service. Terkesan berlebihan, tapi yakinlah bahwa tak ada pengetahuan yang sia-sia dan tak ada ketrampilan yang tak berguna.
 
Keempat, jangan lupakan menjalin networking. Bergaul dengan banyak orang, bukan hanya dengan orang-orang yang satu tim kerja denganmu, satu bagian denganmu, tetapi juga dari bagian atau departemen lain. Kalau perlu, bergaul juga dengan orang dari kompetitor perusahaanmu. Belajarlah dari mereka, bantu mereka jika memang kamu bisa, karena suatu saat akan ada gunanya untukmu.
 
Empat hal sederhana ini akan membantumu menjadi karyawan berprestasi. Mungkin bukan bulan ini, mungkin bukan tahun ini, bahkan mungkin bukan di perusahaan ini. Yang pasti, kamu akan jadi profesional yang dicari perusahaan-perusahaan, bukan mencari ke perusahaan-perusahaan.
 
Selamat berjuang dan bekerja. Sukses untukmu selalu.
 
Salam
 
Fredrick Dermawan Purba
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Bandung

(tty)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?