Mantan Sekantor, Haruskah Pindah Kerja?

Mantan Sekantor, Haruskah Pindah Kerja?

Fredrick Dermawan Purba (Foto: Okezone)

BERTEMAN baik dengan mantan pacar rasanya sulit sekali. Namun, saat ini kita masih sekantor dan memungkinkan selalu bertemu setiap hari.

Apakah saya harus pindah kerja karena khawatir tidak kuat melihat dia jikalau nanti punya pacar lagi. Terus terang, saya masih mencintainya dan kami putus karena sifat egois pasangan dan terlalu protektif. Mohon dibantu. Salam Nia.
 
Jawaban:
 
Dear Nia yang bingung. Salah satu tanda kematangan dari seorang dewasa, terlebih dari seorang dewasa profesional, adalah kemampuannya untuk memilah, membedakan, dan tidak mencampuradukkan urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Tak mudah dan perlu usaha besar, itu pasti. Tapi jika tak dimulai sekarang, kapan lagi?
 
Ada dua hal yang mungkin saja terjadi terkait situasimu saat ini. Mari kita lihat satu demi satu.
 
Pertama, kamu memperhitungkan bahwa kemungkinan dapat kembali bersamanya cukup besar. Tak masalah, jangan malu mengakui kamu masih berharap padanya. Akan lebih baik juga jika dia pun masih ingin bersamamu.
 
Jika ini yang terjadi, kamu perlu mempersiapkan segala sesuatunya. Buatlah sebuah daftar apa yang menjadi penyebab kalian berpisah. Kamu menuliskan "sifat egois" dan "terlalu protektif" di pertanyaanmu, tapi kedua hal tersebut sangat abstrak. Apa perilaku kongkrit/nyata dari "sifat egois" dan "terlalu protektif" yang kamu tak sukai?
 
"Aku tak boleh berbincang dengan pria lain, meski itu temanku" atau "Aku harus selalu bersamanya setiap malam minggu, kalau tidak dia akan marah"adalah lebih konkrit dan jelas.
 
Setelah menemukan beberapa perilaku yang menurutmu menjadi penyebab kalian putus, buatlah skala prioritas mana perilaku yang paling tidak bisa kamu toleransi sampai pada yang masih bisa terima. Mintalah mantanmu untuk melakukan hal yang sama, lalu berdiskusilah kalian, sepakatlah kalian, lalu kembalilah jadi pasangan. Mengapa penting melakukan ini? Karena tidak elok bagimu untuk kembali pada relasi yang kamu tinggalkan karena dia rusak tanpa kamu berupaya menemukan solusi untuk membuatnya bisa bekerja baik.
 
Kedua, balikan tidak menjadi sesuatu yang kamu inginkan saat ini. Untuk itu, kuatkan lah dirimu. Kamu hendak pindah kerja karena tak mau melihatnya pacaran lagi? Bukankah itu artinya kamu bukan hanya kehilangan kekasih, tetapi juga kehilangan pekerjaan? Sudah jatuh ditimpa tangga namanya.
 
Apa yang bisa kamu lakukan adalah menjalani hari-harimu seperti biasanya, dengan kepala tegak dan penuh percaya diri. Minimalkan interaksi dengan mantan pacarmu dan batasilah hanya pada persoalan pekerjaan.
 
Sulit awalnya, tapi yakinlah kalau rasa sakit itu juga akan berlalu. Tak perlu untuk segera punya pasangan yang baru agar bisa teralih dari yang lama. Ingat, pacaran bukan perlombaan, move on bukan siapa cepat dia menang. Berlatihlah memisahkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan dan kamu akan segera memetik manfaat darinya.
 
Tetap kerja keras, jangan lupa kerja cerdas.
 
Salam 
 
Fredrick Dermawan Purba
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

@bangjeki
(tty)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?