Anak Alergi karena Ibu Menyusui Minum Antibiotik?

Anak Alergi karena Ibu Menyusui Minum Antibiotik?

Ibu menyusui minum antibiotik (Foto: Fitsugar)

Dok, saya ibu menyusui yang sedang menderita tifus. Setelah tiga hari saya  minum antibiotik dari dokter, anak saya Kayla (15 bulan) mengalami iritasi di kulitnya. Di bagian lehernya timbul bercak kemerahan. Malam harinya, ia demam. Apakah Kayla menderita alergi antibiotik? Apa yang sebaiknya saya lakukan? Menghentikan minum antibiotik walau tifus belum sembuh, atau bagaimana? Mohon bantuannya, Dok.

Nikita – Bandung


Jawab:

Untuk menganalisis kasus yang dialami Ibu Nikita harus lebih hati-hati sebab tidak menyebutkan jenis antibiotik apa yang diasup. Ada banyak jenis antibiotik, salah satunya yang secara epidemologi sering menimbulkan alergi, tapi ada juga yang tidak. Namun, perlu Ibu ketahui bahwa setiap antibiotik itu memiliki kemungkinan untuk menimbulkan alergi pada penggunanya.

Jika pengobatan dengan antibiotik ini bukan yang pertama kali dan Ibu kemudian meminumnya lagi selama periode menyusui, maka bayi bisa dikatakan mengalami alergi obat tersebut. Namun, harus dianlisis lebih lanjut, apakah kemerahan pada kulit bayi tersebut muncul bersamaan dengan demamnya. Penyebab pastinya harus dicari tahu karena mungkin saja bayi sebetulnya sedang tertular penyakit dari orang lain dan bukan karena obat ibunya. Perlu juga diketahui bahwa potensi masuknya obat ke ASI itu hanya 1/20 atau 1/30 dari dosis yang diminum. Jika Ibu ragu akan sakit yang dialami si kecil dengan timbulnya gejala tadi sebaiknya segera periksakan ke dokter ahli untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
 
Gejala Alergi


Pada alergi obat murni, biasanya timbul gejala ringan berupa kelainan di kulit dan glukosa (selaput lendir) seperti sariawan di mulut. Sedangkan pada gejala berat, biasanya menunjukkan gejala seperti mata merah, nyeri, kelamin bengkak atau luka, flu seperti demam dan radang tenggorokan, diikuti ruam merah atau keunguan yang terasa sakit bahkan melepuh. Gejala tersebut sering disebut sebagai Stevens-Johnson syndrome.
 
Penanganan



Prinsip penanganan alergi adalah menghilangkan sumber yang dicurigai sebagi pemicu. Artinya, Ibu pun harus menghentikan penggunaan obat antibiotik tersebut. Kemudian, catatlah dengan jelas dan benar nama serta merek obat tersebut untuk memastikan agar dokter tidak lagi memberi obat jenis serupa karena telah menimbulkan alergi pada penggunanya.
 
Jika Ibu masih dalam proses penyembuhan, biasanya dokter akan memberikan obat pengganti yang tetap bisa menangani masalah dasar sakit yang Ibu derita.
 
Sedangkan penanganan kepada si kecil, jika bercak kemerahan tersebut masuk dalam kategori ringan maka pengobatan yang dilakukan sesuai gejalanya saja. Pertama, pastikan bayi tidak dehidrasi dan gizinya tetap terpenuhi. Kalau demamnya tidak kunjung hilang, Mom bisa memberikan obat anti demam yang selama ini terbukti tidak menyebabkan masalah pada si kecil.
 
Dan, untuk kemerahan pada kulit bayi, sebaiknya tidak diberi obat apapun karena itu akan hilang dengan sendirinya dan bisa kembali sempurna. Karena keberadaan obat di dalam tubuh itu ada waktunya dan tidak berlaku selamanya. Ada yang berada selama 24 jam atau 72 jam di dalam tubuh. Setelah obat dimetabolisme dalam tubuh dan kemudian hilang, maka gejala yang ditimbulkan pun bisa berkurang.
 
 
Konsultan:
dr. Nia Kurniati, SpA(K)
Departemen Ilmu kesehatan Anak
Divisi Alergi-Imunologi
RSUPN. Dr. Cipto Mangukusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat
Tlp: 021-3918301-11
Fax: 021-31348991
(fik)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?