Ibu Menyusui Baiknya Tidak Minum Jamu

Ibu Menyusui Baiknya Tidak Minum Jamu

Ibu menyusui dianjurkan tidak minum jamu (Foto: Huffingtonpost)

DUA bulan lalu saya baru melahirkan seorang putra. Proses persalinan dilakukan secara sesar. Entah karena rutinitas saya yang berubah setelah menjadi Ibu, atau karena kondisi tubuh saya yang kurang fit, belakangan ini saya merasa cepat lelah atau masuk angin. Ingin sekali rasanya saya minum jamu atau obat, tapi takut berbahaya dampaknya pada bayi karena saya masih menyusui. Bagaimana dengan kerokan? Apakah boleh dilakukan? Terimakasih.

Tia - Bogor  
 
Jawab:
 
Masuk angin adalah istilah awam untuk suatu kondisi seseorang yang merupakan manifestasi dari keadaan tidak sehat yang terjadi pada perut. Masuk angin biasanya merupakan salah satu gejala atau tanda adanya penyakit lain. Orang yang masuk angin biasanya merasa tidak enak badan, kembung, keluar keringat dingin, mual dan kadang disertai muntah. Dan penyebabnya bisa dikarenakan sering terkena angin malam, perut kosong, kurang tidur, kehujanan, atau gangguan pencernaan.
 
Meminum jamu tidak dianjurkan untuk dikonsumsi Ibu menyusui karena kandungannya tidak diketahui secara pasti. Sedangkan konsumsi obat-obatan sebaiknya ditanyakan langsung kepada Dokter Anda. Memang ada sejumlah obat yang aman dikonsumsi BuSui tapi akan lebih baik bila Anda berkonsultasi kepada ahlinya.
 
Jangan Kerokan!
 
Kerokan sebenarnya untuk memecahkan kapiler-kapiler darah, sehingga terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar. Banyak orang merasa lebih enak atau ‘sehat’ setelah dikerok, sebenarnya ini adalah faktor kebiasaan saja.
 
Kerokan kerap membuat sejumlah orang ‘kecanduan’ karena tubuh kita akan mengeluarkan zat “endorfin” sejenis morfin namun endogen (dihasilkan tubuh), sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri.
 
Kerokan merupakan salah satu jalan alternatif bagi masyarakat Indonesia ketika merasa masuk angin. Kerokan yang sangat populer ini sebetulnya hanyalah metode penyembuhan dengan meningkatkan panas pada tubuh, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit.
 
Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sebagai cara untuk mengeluarkan angin dari dalam tubuh. Padahal angin tidak pernah keluar lewat organ pernapasan, mulut, dan pencernaan. Faktanya memang banyak orang yang merasa ketergantungan dengan kerokan. Ketika meriang, banyak yang lebih memilih kerokan ketimbang pergi ke dokter.


Cara Sederhana Mencegah Masuk Angin:
 
-  Gunakan waktu istirahat atau waktu tidur semaksimal mungkin agar kebugaran tubuh dapat terjaga. Memiliki bayi baru lahir memang menguras tenaga dan pikiran. Mintalah bantuan kerabat/saudara untuk menjaga si kecil sementara Anda bisa sejenak beristirahat.
 
-  Usahakan untuk tidak berlama-lama berada di tempat yang terkena embusan angin langsung seperti di depan kipas angin atau pendingin ruangan.
 
-  Makan tepat waktu, jangan ditunda-tunda atau terlalu lama membiarkan perut dalam keadaan kosong. 
 


Murni S.SiT, S.Pd, M.Sc
Program Studi Div Bidan Pendidik
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Respati Yogyakarta
Jl. Laksda Adisucipto KM 6,3
Depok, Sleman Yogyakarta
Telp:(0274) 489780, 488781
Faks:(0274) 489780
 
(fik)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?