Usia 7 Bulan, Anak Bisa Mulai Makan Yoghurt

Usia 7 Bulan, Anak Bisa Mulai Makan Yoghurt

Yoghurt miliki banyak manfaat kesehatan (Foto: sheknows)

DOK, saya Septy, ibu dari dua orang anak. Anak pertama saya Rizky (8 tahun) dan anak kedua saya Mely (1 tahun).

Anak kedua saya suka sekali minum yoghurt, sedangkan kakaknya sama sekali tidak doyan karena rasanya asam. Sebenarnya, baikkah yoghurt dikonsumsi anak 1 tahun? Apa saja kandungan atau manfaat yoghurt untuk kesehatan anak? Terima kasih.

Septy-Pandeglang

Jawab:

Anak usia 1 tahun bahkan sejak memasuki usia 7 bulan—melewati masa pemberian ASI eksklusif 6 bulan—sudah boleh diperkenalkan dengan yoghurt. Pasalnya, organ pencernaan bayi telah berkembang lebih baik dan siap untuk menerima makanan pendamping ASI, termasuk yoghurt. (Baca: Makan Yogurt Cuma Sesendok, Pertimbangkan Lima Manfaat Ini)

Idealnya, untuk tahap awal perkenalan, yaitu usia 7 bulan, berikan 1 sendok makan yoghurt per hari. Pemberian pertama sebaiknya dicampur bersama dengan makanan pendamping lain, seperti sari buah murni atau bubur biskuit. (Baca: Asupan Alternatif Saat Anak Sulit Makan Sayur)

Jika tidak terjadi reaksi alergi atau penolakan seperti diare, muntah dan sembelit, pemberian dapat diteruskan. Namun, jika terjadi reaksi sebaliknya, pemberian sebaiknya dihentikan sementara untuk kemudian dapat dicoba kembali dalam waktu selang sebulan. (Baca: Agar Anak Tak Kecanduan Permen, Cokelat, & Es Krim)

Frekuensi dan takaran pemberian dapat ditingkatkan secara bertahap sedikit demi sedikit seiring pertambahan usia bayi. Memasuki usia 10-12 bulan yoghurt mulai dapat diberikan tanpa campuran dengan bahan makanan lain, namun tidak lebih dari 100 ml per hari. Pilihlah yoghurt tawar (plain) tanpa tambahan rasa dan pewarna sintetis, serta terbuat dari susu segar murni yang berkadar lemak tinggi (full cream) dan bukan berbahan dasar susu rendah lemak atau skim. (Baca: Bolehkah Bayi Diberi Yoghurt?)

Perlu diketahui, dalam 100 gram yoghurt mengandung energi 55 kkal, protein 3,3 gram, lemak 2,5 gram, karbohidrat 4 gram, kalsium 120 mg, fosfor 90 mg, natrium 40 mg dan kalium 299 mg. Protein berperan dalam proses pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh anak.

Kalsium dan fosfor yang menjadi sumber gizi utama dari yoghurt berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis, mengaktifkan saraf, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Keunggulan yoghurt sendiri dibandingkan produk asalnya (susu), yaitu menjaga keseimbangan saluran pencernaan anak dengan menghambat pertumbuhan kuman atau bakteri patogen penyebab penyakit infeksi dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. (Baca: Cegah Gigi Anak Berlubang, Pakai Sikat & Alat Makan Terpisah)

Jika dikonsumsi secara rutin, banyak sekali manfaat yoghurt bagi kesehatan anak yaitu:
- Sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan.
- Sebagai alternatif pengganti susu untuk anak yang tidak menyukai susu karena kandungan gizinya setara dengan takaran 200 ml.
- Meningkatkan jumlah bakteri baik di usus.
- Menjaga keseimbangan saluran cerna dengan menghambat pertumbuhan kuman atau bakteri patogen dalam lambung dan usus sehingga terhindar dari berbagai penyakit infeksi yang biasa menyerang balita seperti tifus dan muntaber.
- Membantu mengatasi alergi laktosa (lactose intolerance) yang kerap dialami balita.
- Menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan mukosa usus, melancarkan proses metabolisme dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.
- Bakteri baik dalam yoghurt mencegah terbentuknya senyawa karsinogenik pemicu kanker dalam saluran pencernaan.
- Membantu mengatasi diare dan sembelit pada anak.

Aish Faria, SST Gizi
RSUP Persahabatan
(ftr)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?