Jelang Menikah, Godaan Semakin Menggila

Jelang Menikah, Godaan Semakin Menggila

Bang Jeki (Foto: Ist)

Bang Jeki, sebentar lagi saya akan menikah. Namun, setelah kedatangan anak baru di kantor, saya jatuh hati. Apakah ini hanya godaan jelang menikah atau memang sebenarnya dia jodoh saya?

Saya sangat bingung saat ini, apalagi dengan tunangan sering meributkan hal sepele, misalnya persiapan pernikahan. Lama-lama saya tidak tahan atas sikapnya. Menurut Bang Jeki, seharusnya saya pilih siapa? Terima kasih atas jawaban Bang Jeki.

Ajeng-Pondok Gede

Jawaban:

Dear Ajeng yang hendak menikah dan sedang tergoda dengan yang lain, menikahlah dengan pasangan Anda yang sekarang.

Jawabannya sesingkat itu. Tidak perlu memertimbangkan seseorang yang baru, meski ia tampak menarik. Ada dua catatan yang menjadi syarat dari saran yang Anda sampaikan. (Baca: Cepat Bosan dengan Pasangan, Normalkah?)

Pertama, jika memang mencintai pasangan yang sekarang dan sebelum kalian memutuskan untuk menikah, Anda memang sudah yakin dengan keputusan itu, maka yakinlah bahwa ia yang terbaik untuk Anda. Jika ya, jangan Anda membandingkan dia yang sudah teruji mencintai Anda dan menyerahkan masa depannya ke tangan Anda untuk dijalani bersama. Yang terlihat menarik dari luar, sama sekali belum teruji (dan, mungkin saja sebenarnya tidak sebanding dengan pasangan Anda saat ini).

Kedua, menghadapi sebuah hal yang akan mengubah hidup Anda selamanya tentu penuh tekanan dan kekhawatiran. Menikah adalah salah satu keputusan penting dalam hidup seseorang. Begitu banyak yang harus dipikirkan, disiapkan, disepakati, bahkan dipertengkarkan. Karenanya, wajar jika kalian banyak bertengkar. Malah jika tak ada pertengkaran dalam persiapan pernikahan, ada yang salah dengan hubungan Anda.

Pertengkaran dan perbedaan pendapat adalah garam yang menyedapkan masakan, jadi porsinya harus diatur. Pertengkaran juga adalah sebuah realitas yang akan Anda hadapi berulang kali dalam kehidupan rumah tangga Anda nanti dengannya. Jadikan pertengkaran kalian sebagai sarana belajar tentang satu sama lain.

Jadi menikahlah, jangan pikirkan lelaki yang baru datang itu. Ia yang mencintai Anda sepenuh hati adalah ia yang berani mengambil keputusan untuk mencintai Anda dan bertanggungjawab atas kebahagiaan Anda, sampai maut memisahkan kalian.

Selamat menjalani bahtera rumah tangga!

Salam,

Fredrick Dermawan Purba
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran
(fik)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?