Tali Pusat Bayi Ditutupi Koin Dapat Picu Infeksi

Tali Pusat Bayi Ditutupi Koin Dapat Picu Infeksi

Pemakaian koin dapat memicu infeksi pada tali pusat bayi (Foto: babycenter)

DOK, banyak anggapan seputar bagaimana memerlakukan tali pusat bayi. Salah satu yang paling sering saya dengar adalah tali pusat bayi bisa bodong bila tidak dibungkus dengan kain kasa dan koin. Benarkah, Dok? Saya benar-benar bingung, dan menunggu sekali jawaban Dokter. Terima kasih.

Ritma-Cibinong

Jawab:

Ibu Ritma, tali pusat bayi disebut bodong karena bentuk yang seharusnya rata dengan perut (umbilical ring), malah menonjol. Tonjolannya bisa mencapai diameter 5 cm. Istilah medisnya hernia umbilicalis. Kata ‘bodong’ dalam bahasa Jawa berarti tersembul atau menonjol.

Lantas, mengapa bisa ‘bodong’? Di dalam rahim, janin mendapat nutrisi dan oksigen dari Moms melalui pembuluh darah yang disebut vena dan arteri umbilicalis (tali pusat). Pembuluh darah itu masuk melalui pusar yakni bulatan kecil di perut bayi. Setelah lahir, kedua pembuluh darah itu digunting oleh dokter dan menyisakan tangkainya. (Baca: Bumil, Waspadai Pengapuran Plasenta)

Dalam 1-2 pekan, tangkai tersebut mengering dan lepas (puput) sehingga yang tersisa hanya pusar. Bayi yang baru puput, tampilan pusarnya memang menonjol, namun pada beberapa bayi tonjolan itu lebih besar akibat penutupan cincin pusar di bagian dalam pusar tidak sempurna. Ini bisa terjadi saat pembentukan organ tubuh bayi pada trimester pertama kehamilan.

Beberapa kondisi penelitian menunjukkan kondisi ini juga dipengaruhi faktor genetik. Misalnya, ras Afrika banyak mengalami pusar bodong. Namun, kondisi ini tidak berbahaya. Hernia umbilicalis sebagian besar menutup spontan sebelum usia 1 tahun. Namun, ada juga yang baru menutup sebelum usia 3 tahun. (Baca: Ingin Hamil, Konsumsi Asupan Pendongkrak Kesuburan Ini)

Orangtua zaman dulu biasanya menyarankan untuk menggunakan gurita atau koin agar pusar bayi tidak bodong. Perlu Moms ketahui pemakaian gurita sebenarnya tidak efektif, justru dilarang sebab mengganggu pernapasan dan menyebabkan bayi sering muntah akibat tekanan pada lambung.

Begitu juga dengan koin atau pusar ditekan-tekan saat bayi mandi. Penekanan dengan koin (zaman dulu pakai uang logam) yang dipasang di pusar bayi atau penekanan berulang saat mandi, juga tidak membuat penonjolan pusar berkurang. Jika ada kasus pusar bodong membaik setelah ditekan, pada dasarnya karena menutup spontan sehingga tidak terlihat lagi, pada waktunya. Pemakaian koin juga dapat memicu terjadinya infeksi. (Baca: Sudah Minum Pil KB, Masih juga 'Kebobolan')

dr Siti Munawaroh. SpA
RSIA Budi Kemuliaan Jakarta
(ftr)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?