Kenali & Segera Tangani Mata Juling pada Bayi

Kenali & Segera Tangani Mata Juling pada Bayi

Kenali jenis mata juling pada bayi (Foto: wisequacks)

DOK, saya perhatikan, mata bayi saya (5 bulan) kok seperti tidak simetris, ya? Saya khawatir kalau matanya juling. Mata saya dan suami normal, tak ada kelainan. Apa penyebab mata juling? Bagaimana ciri-cirinya? Apakah bisa disembuhkan? Mohon penjelasannya.

Aura-Bekasi

Jawab:

Mata juling merupakan salah satu bentuk kelainan mata yang dalam istilah kedokteran disebut dengan strabismus. Mata juling ini merupakan suatu keadaan dimana kedua bola mata tidak simetris (letak kornea mata yang satu dengan kornea mata yang lainnya tidak sama).

Meski faktor genetik atau kongenital merupakan faktor penyebab utama seorang anak memiliki mata juling, namun ada faktor lain seperti otot mata anak yang lemah/tidak kuat, faktor organik yaitu adanya katarak di matanya sehingga titik fokus pada mata anak tidak fokus, atau karena refraksi strabismus dimana anak memiliki mata minus atau plus tinggi.
Jika disebabkan karena faktor keturunan/kongenital, juling dapat terlihat sejak bayi lahir. Sementara jika disebabkan karena faktor refraksi strabismus, juling baru bisa terlihat setelah usianya 4 sampai 6 bulan. (Baca: Penyebab Utama Bayi Terkena Katarak)

Jenis mata juling ada yang menetap dan yang kadang-kadang/sesekali, biasanya baru terlihat ketika bayi sedang melamun/bengong. Juling yang kadang-kadang umumnya juling yang keluar (exotropia), dan bisa diterapi dengan cara mendekatkan objek ke tengah mata. Untuk mata juling yang menetap penyimpangannya bisa ke dalam, keluar, ke atas, ataupun ke bawah.

Penanganan

Pada bayi yang baru berusia 1 sampai 3 bulan, penglihatannya masih belum optimal, dia belum bisa melihat secara fokus. Setelah bayi berusia 4 bulan ke atas, matanya sudah dapat melihat objek atau benda-benda di dekatnya secara optimal. Sebelum memeriksakan mata anak ke dokter, orangtua bisa melakukan tes mata pada anaknya sendiri di rumah, caranya dengan:

- Menggunakan objek seperti senter, sorotkan cahaya senter pada bola mata anak, lalu lihat apakah bola mata anak simetris atau tidak.

- Bisa juga dengan mainan, dengan cara digoyangkan ke kanan dan ke kiri, apakah kedua bola mata anak mengikuti arah gerakan mainan secara bersamaan. Jika kedua mata tidak mengikuti arah gerakan mainan secara simetris berarti mata anak juling.

Sebelum dilakukan langkah pengobatan, sebaiknya diketahui dulu jenis juling pada mata anak. Pasalnya, terkadang ada juling semu/juling palsu. Juling semu, artinya, anak sebenarnya tidak juling hanya ada kelainan pada lipatan kulit dekat hidung dan matanya. Kondisi ini paling sering dialami orang Asia.

Sebelum dilakukan pengobatan, harus dilakukan pemeriksaan refraksi strabismus, menilai apakah ada mata malas atau tidak. Mata malas (ambliopia) adalah suatu keadaan mata yang secara organik tidak ada kelainan, namun dengan pemberian koreksi kacamata, penglihatan tetap tidak optimal. (Baca: Cegah Mata Kering & Merah saat Cuaca Panas)

Lensa kacamata yang tinggi bisa menyebabkan strabismus, dan umumnya strabismus juga disertai mata malas. Sebab itu, bila ada mata malas harus dilakukan terapi dengan pemberian kacamata, dan terapi patching/tutup mata tergantung mata mana yang malas.

Bila penglihatan sudah optimal baru bisa dilakukan operasi julingnya untuk mendapatkan hasil penglihatan binokular yang baik (penglihatan dimana kedua bola mata digunakan bersama-sama). Terkadang dengan pemberian kacamata saja kedua matanya sudah bisa simetris. Tapi jika sudah menggunakan kacamata ternyata mata anak tetap tidak bisa simetris maka bisa dilakukan operasi. (Baca: Gaya Hidup Sehat Tekan Risiko Hilangnya Penglihatan)

Tindakan operasi juling ini untuk mendapatkan penglihatan binokular yang baik, hasil yang ingin dicapai adalah kedudukan bola mata simetris, walau ada kemungkinan under atau over koreksi (juling terlihat minimal). Kacamata operasi tetap perlu untuk mempertahankan tajam penglihatannya supaya tidak kembali menjadi mata malas.

dr Michael Indra Lesmana, Sp.M
Jakarta Timur Eye Center RS Harapan Bunda
(ftr)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?