Minum Obat Pencahar Tapi Masih Sembelit, Kenapa?

Minum Obat Pencahar Tapi Masih Sembelit, Kenapa?

Sakit perut karena sembelit (Foto: Nygicare)

DOK, Saya seorang ibu, usia 27 tahun, tinggi 163 cm dan berat 55 kg, vegetarian sejak 6 bulan lalu, Hampir tiap hari mengonsumsi buah dan sayur, minum air putih lebih dari 2,5 liter per hari, juga sering minum yogurt atau susu fermentasi, rutin olahraga dan tidak merokok. Meski begitu, saya alami masalah metabolisme. Hampir tiap hari saya sembelit dan hanya sembuh kalau sudah minum obat pencahar. Padahal sering minum obat pencahar tidak bagus, bukan? Dok, apa penyebab sembelit? Bagaimana agar BAB bisa lancar setiap hari?

Tina-Makasar
 
Jawab :
 
Sembelit atau konstipasi adalah masalah pencernaan yang umum terjadi. Biasanya ditandai dengan sulit buang air besar (BAB) secara teratur atau kurang dari tiga kali dalam seminggu.
 
Penyebab utama sembelit adalah adanya penyumbatan pada usus besar oleh tinja yang mengeras, berkurangnya aliran darah ke usus besar, dan cidera saraf atau urat saraf tulang belakang. Sumbatan di usus misalnya karena tumor usus bisa disebabkan karena diabetes mellitus, atau stress (irritable bowel syndrome); bisa juga karena obat seperti anti  mulas, obat maag dan obat yang mengandung zat besi. Untuk mengetahui apakah ada kelainan di usus harus dilakukan pemeriksaan seperti foto sinar-x atau teropong usus besar (endoscopy).

Selain BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, orang dikatakan alami sembelit bila asupan air putih atau cairan dalam tubuh tidak terpenuhi. Namun, bila melihat pola makan dan gaya hidup Ibu Tina, sebenarnya sudah sangat baik. Jadi, untuk memastikan apa penyebabnya, lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan memeriksakan kondisi Ibu ke dokter.

Faktor Risiko

Sebenarnya tidak ada risiko fatal akibat sembelit. Cuma, penderita akan merasa tak nyaman. Obat perangsang BAB boleh diberikan jika dua hari tidak BAB tapi jangan terlalu seirng karena tiap obat pasti ada efek sampingnya.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya sembelit seperti : usia yang bertambah tua, dehidrasi (kurang mengonsumsi cairan), diet yang kurang sehat, jarang berolahraga, dan pemakaian obat-obatan tertentu (obat penenang, narkotika, obat untuk menurunkan tekanan darah), dan lain sebagainya. Juga, wanita lebih sering berisiko alami sembelit daripada pria.

Ciri Sembelit  
- Jangan anggap remeh sembelit karena masalah pencernaan ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti BAB disertai darah yakni wasir dan luka di dubur.
 
- Seseorang dinyatakan alami sembelit bila menemui 2 atau lebih kriteria diantaranya mengejan pada 25 persen jumlah frekuensi BAB sebulan, konsistensi feses keras pada 25 persen jumlah frekuensi BAB sebulan, dan merasa BAB tidak komplit pada 25 persen jumlah frekuensi BAB sebulan. Selain itu juga ada sumbatan di anus pada 25 persen jumlah frekuensi BAB sebulan, mengeluarkan feses harus dengan jari pada 25 persen jumlah frekuensi BAB sebulan serta hanya bisa BAB bila memakai pencahar (laxan)
 
Cegah Sembelit
 
- Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi seperti salada, timun, brokoli, wortel, paprika, alpukat, stoberi, dan lain-lain.
 
- Minumlah air sebanyak 2-3 liter perhari. Untuk anda yang berusia lebih dari 65 tahun, minumlah 1,5 liter air sehari.
 
- Biasakan duduk di toilet selama 10-15 menit untuk BAB setiap pagi, meskipun anda tidak merasa ingin BAB.
 
- Lakukan aktivitas fisik atau olahraga setiap hari untuk meningkatkan aktivitas otot dalam saluran cerna.
 
- Jangan sepelekan rasa ingin BAB karena kesibukan atau tergesa-gesa. Segeralah BAB jika perut sudah mulai terasa mulas.
(fik)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?