Bahayakah Sembelit bagi Tubuh?

Bahayakah Sembelit bagi Tubuh?

Sakit perut karena sembelit (Foto: Collegefession)

HALO, pak dokter. Saya Rani, 17 tahun. Saya mau  tanya apakah sembelit itu berbahaya bagi tubuh? Soalnya, Rani sering mengalami sembelit. Bagaimana solusi atasi sembelit? Terima kasih atas penjelasan dokter.

Rani – Bekasi

Halo juga, Rani. Memang masalah sembelit sering terjadi pada siapa saja. Sembelit sepertinya dianggap hal yang sepele dan biasa-biasa saja. Normal rangsangan buang air besar terjadi setiap hari, yaitu pada pagi hari sekitar 15 menit karena porses detoksifikasi terjadi pada malam hari dan pagi hari toksin itu harus dikeluarkan dari tubuh melalui BAB dan buang air kecil. Jika tidak segera dikeluarkan, toksin itu diserap kembali oleh tubuh. Jadi, kalau ditanya apakah sembelit berbahaya bagi tubuh, jawabannya jelas sangat berbahaya walapun butuh waktu lama hingga menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker.

Coba Rani bayangkan, jika rumah dipenuhi oleh sampah, tentu tidak sehat dan mengundang penyakit, bukan? Begitulah kira-kira perumpamaan orang yang mengalami sembelit. BAB adalah proses membuang kotoran atau sampah – sampah hasil metabolism tubuh. Seharusnya setiap pagi seseorang harus melakukan BAB. Bila BAB mandek dua hari saja, sudah dapat dikatakan sembelit. Jangan tunggu berhari-hari baru dikatakan sembelit.

Sembelit menyebabkan kotoran menumpuk di usus besar. Antara usus dan hati terdapat koneksitas melalui pembuluh darah balik. Pembuluh darah balik ini menghubungkan usus dan hati. Jadi, sampah-sampah yang menumpuk di usus akan diserap oleh pembuluh darah balik tersebut dan dibawa ke hati. Di hati, sampah-sampah yang berisi bakteri dan bahan-bahan beracun ini akan dibersihkan oleh hati. Karena sampah terlalu banyak, lama-kelaman kemampuan hati untuk membersihkan sampah itu kian melemah. Fungsi detoksifikasi hari menurun, sehingga menyebabkan toksin menumpuk. Toksin ini kemudian diserap oleh sirkulasi darah sistemik untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Dan salah satu organ yang pertama terkena dampak dari peredaran toksin ini adalah system saraf pusat (otak) dan sel saraf.

Penumpukan toksin di saraf ini, terutama di otak, akan memengaruhi sistem endokrin (hormon) karena pengontrol system hormone ada di bagian otak, yaitu hipofisis anterior dan posterior. Toksin yang banyak ini juga akan melemahkan sistem kekebalaan tubuh. Semua dampak ini butuh waktu tubuh. Semua dampak ini butuh waktu baru bisa menimbulkan penyakit.

Lalu, bagaimana cara mengatasi sembelit? Dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari dalam tiga porsi dan tiga warna. Makan buah 30 menit sebelum makan berat. Konsumsi air putih dua liter sehari. Giat berolahraga setiap hari. Olahraga akan meningkatkan peristaltic usus. Batasi konsumsi protein hewani dan utamakan konsumsi protein nabati seperti kacang-kacangan. Selain mengandung banyak serat, kacang kaya akan asam amnino dengan kulitas terbaik untuk tubuh. Sebaiknya kacang direbus.

Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat.

Dr. Suwardi

AGEs Clinic Indonesia Ruko Kramat Jaya

(fik)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?