Mantan Siap Nikah, Berhentilah Mencintainya!

Mantan Siap Nikah, Berhentilah Mencintainya!

Dilema jalin hubungan dengan mantan yang siap nikah (Foto: Huffingtonpost)

BANG Jeki, saya punya mantan kekasih yang berencana menikah. Tapi saat ini, dia masih menjalin hubungan dengan saya. Saya minta untuk memutuskan hubungan, namun dia menarik ulur dan menolak. Dia mengaku masih belajar menyayangi kekasihnya. Dia menikah karena melihat hubungan ceweknya dengan sang ibu sudah sangat dekat. Sebenarnya, apa maunya ya?   
Hanna, Jakarta.
 
Jawaban:
 
Hanna di Jakarta, tampaknya apa yang dimaui mantan kekasih sudah jelas, yaitu menikah dengan kekasihnya saat ini. Alasannya untuk menikah, apa pun itu adalah keputusannya pribadi. Hanna kemudian terjebak dalam situasi di mana sang mantan meragu akan keputusannya. Satu sisi, dia menghargai ibunya (karena ibu yang dia jadikan alasan), tapi di sisi lain dia (mungkin) masih berat meninggalkanmu. Karenanya, pertanyaan yang lebih tepat Hanna ajukan pada saya adalah, “Sebenarnya apa maunya saya yang bang?”
 
Saya akan bantu dengan memberikan dua pertanyaan berikut:
1. Apakah Hanna masih mencintainya dan ingin dia menjadi pasangan hidupmu?
2. Apakah masih ada kemungkinan sang mantan untuk meninggalkan kekasihnya yang akan dinikahinya?
Jika Hanna masih mencintainya dan masih ada kemungkinan, silahkan memerjuangkan dirinya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hatinya dan masa depan bersamanya. Tentu konsekuensinya adalah kesan negatif yang akan kamu peroleh dari orang-orang di sekeliling kalian, terutama ibu sang mantan. Jangan lupa, ada kemungkinan sang mantan tetap akan menikah dan meninggalkanmu sendiri.
 
Jika Hanna masih mencintainya, tapi tidak ada kemungkinan, atau Hanna tidak lagi mencintainya meski ada kemungkinan, terlebih jika Hanna tidak mencintainya lagi dan tidak ada kemungkinan, jawabannya tampak sudah jelas. Berhentilah berjalan bersamanya dan memberikan sebagian dirimu (hati, waktu, usaha). Bantu dia untuk menghilangkan keraguan akan keputusannya dengan cara menghilangkan kemungkinannya untuk bersamamu.
 
Sampaikan padanya bahwa kamu akan menjauh dan minta maaf jika kamu selama beberapa waktu tidak akan membalas upaya komunikasi darinya. Ingatlah bahwa cinta itu butuh dua orang yang saling mau. Kalau hanya satu, tidak ada artinya dan kalau ada tiga, terlalu berbahaya. Selamat menentukan maumu.
 
Salam
 
Fredrick Dermawan Purba
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(tty)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?