Waspadai Dehidrasi pada Bayi!

Waspadai Dehidrasi pada Bayi!

Dehidrasi pada bayi (Foto: Healthxchange)

HALO, bu dokter. Saya Ilma, saya ingin menanyakan mengenai kesehatan anak saya, karena sudah dua hari Maura (9 bulan), demam. Badannya lemas, mulutnya kering, bibirnya pecah-pecah, frekuensi pipisnya berkurang dan warnanya kuning pekat. Bagian ubun-ubunnya lebih cekung dari biasanya. Saat menangis tak keluar air mata sedikit-pun. Sakit apakah Maura?

Ilma Kaurinea Mada - Jakarta Selatan

Jika dilihat dari gejalanya, besar kemungkinan Maura mengalami dehidrasi! Ingat Moms, jangan sepelekan dehidrasi yang terjadi pada si kecil. Karena jika tidak segera diatasi bisa berakibat fatal. Satu lagi, usia bayi dan anak-anak lebih berbahaya bila sedang mengalami dehidrasi dibandingkan usia dewasa.

Target utama mengobati dehidrasi adalah menggantikan cairan yang keluar sehingga jumlah cairan di tubuh bayi kembali berada dalam batas normal (100 cc/kg BB per hari).
 

Penggantian cairan yang keluar ini dikenal dengan nama rehidrasi. Bayi dengan dehidrasi ringan-sedang umumnya dapat diatasi dengan pemberian cairan rehidrasi oral apabila tidak terdapat gangguan minum. Bayi biasanya dirawat di ruang perawatan selama sehari. Cairan rehidrasi oral ini dapat diberikan secara langsung melalui mulut atau melalui selang ke lambung.

Bayi yang muntah umumnya juga dapat berhasil direhidrasi dengan pemberian cairan yang sedikit-sedikit tetapi sering, karena koreksi dehidrasi akan mengurangi frekuensi muntah. Bila anak tidak menyukai rasa cairan rehidrasi itu, anak pemberiannya dapat melalui selang ke lambung.

Apabila bayi tidak dapat menerima cairan rehidrasi oral – misal, karena muntah yang terlalu sering - penggantian cairan dilakukan dengan pemberian infus.

Pada bayi yang masih menyusu, pemberian ASI boleh dilanjutkan bahkan sejak awal proses rehidrasi, kecuali jika bayi terlalu sering muntah. Cairan rehidrasi oral dapat diberikan di antara waktu menyusu.

Sedangkan untuk bayi yang mendapatkan susu formula, pemberian sufor dihentikan terlebih dulu selama rehidrasi. Kemudian diberikan kembali setelah bayi tidak lagi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

Sedangkan bagi bayi yang mengalami dehidrasi berat dan mengalami syok, harus segera diatasi dengan pemberian cairan infus. Setelah bayi terehidrasi, pemberian makanan yang tepat sesuai usia bayi dapat segera diberikan.

Penundaan pemberian makan lebih dari 24 jam tidak tepat dan juga tidak aman. Pemberian obat-obat untuk menghentikan diare dan muntah yang dijual bebas Tidak direkomendasikan pada bayi karena dapat menyebabkan efek samping yang serius. Pemberian cairan yang tepat, adalah kunci utama pengobatan dehidrasi. Demikian penjelasan saya.

Dr. Elina Waiman, SpA

RS Charitas Palembang

(ren)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?