Cara Merawat Luka Bekas Sesar

Cara Merawat Luka Bekas Sesar

Cara merawat luka bekas sesar (Foto: Liputan6)

Dok,

Saya baru saja melahirkan secara sesar. Bekas jahitannya masih terasa sakit saat saya bangun dari tempat tidur. Berapa lama rasa ngilu dan sakit ini akan hilang? Bagaimana merawat luka bekas sesar, baik dari segi kebersihan. mau pun asupan gizi yang harus saya konsumsi?

Jujur saya khawatir takut terjadi sesuatu pada bekas jahitan tersebut, maklum baru pengalaman pertama. Terima kasih.

Ngastiti – Semarang

Jawaban:

Operasi sesar umumnya berlangsung berkisar satu jam. Pada pasien dengan pembiusan total, kesadaran akan berlangsung pulih secara bertahap seusai penjahitan luka operasi.

Sedangkan pada pembiusan regional, dengan anastesi epidural atau spinal (memasukkan obat bius melalui suntikan pada punggung), ibu bersalin akan tetap sadar hingga operasi selesai, dan hanya bagian perut ke bawah akan hilang sensasi rasa sementara.

Rawat Bekas Luka dengan Baik

Pada kondisi di mana luka masih aktif, terkadang terasa nyeri mau pun gatal pada daerah tersebut. Perawatan luka pascaoperasi harus bagus. Risiko luka lebih besar jika luka tidak dijaga dengan baik, misalnya terinfeksi, kotor, atau tidak steril. Sebaiknya rawat luka sesuai anjuran dokter dan habiskan antibiotik yang diberikan.

Hindari penggunaan celana yang ketat pinggangnya, apalagi berada di garis luka. Gesekan bisa menimbulkan gatal serta meningkatkan risiko munculnya luka. Proses penyembuhan luka biasanya selesai dalam 2-3 bulan setelah operasi.

Memang banyak beredar salep atau krim yang bisa membantu memudarkan luka. Namun luka harus dibiarkan sembuh secara alami, baru krim boleh digunakan. Bila proses penyembuhan luka diinterupsi, bekas luka bisa menjadi cekung sehingga permukaannya lebih rendah dari kulit di sekitarnya.

Tidak Higienis

Pada hari ketiga setelah persalinan, biasanya perban penutup operasi dibuka. Bila kondisinya bagus, seperti tidak ada pengerasan dan tidak ada kelainan apa pun, sebetulnya ibu tak perlu cemas. Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tubuh sebaik mungkin.

Meski perban sudah boleh dilepas, dan kondisi kulit bagus -tapi setelah itu Anda kurang menjaga kebersihan-, mungkin saja bakteri akan berkembang biak di daerah itu sehingga menimbulkan infeksi.

Kurang Gizi

Bisa saja setelah melahirkan, ibu kurang memerhatikan kondisi tubuh maupun kesehatan lantaran kelewat sibuk mengurus si kecil. Padahal, kecukupan gizi seimbang sangat diperlukan di samping kebersihan. Selain baik untuk produksi ASI, daya tahan tubuh ibu maupun si kecil juga akan terjaga sehingga mampu menangkal bakteri atau kuman yang mencoba masuk.

Alergi Jahitan

Beberapa ibu melahirkan ternyata ada yang alergi terhadap benang jahit sesar. Alergi ini biasanya ditandai dengan kulit yang kemerahan atau terasa gatal-gatal. Tidak cermat, cuek, dan tidak menjaga kebersihan tubuh atau pun lingkungan, kondisi ini dapat mengundang datangnya bakteri atau kuman yang nanti akan menyebabkan infeksi.

dr. M. Andalas, SpOG

FK Unsyiah RSUZA, Banda Aceh

(tty)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?