Saat Karies Gigi Menyerang Anak

Saat Karies Gigi Menyerang Anak

Saat karies gigi menyerang anak (Foto: Sunrisefamilydentists)

DOK, putri kami yang baru berusia 20 bulan mengalami karies gigi pada status moderate decay. Benarkah giginya harus ditambal agar karies tidak bertambah parah?

Jika dilakukan tindakan, apakah tidak masalah, mengingat ia belum bisa duduk diam untuk diutak-atik giginya di klinik? Proses menyikat giginya saja cukup sulit. Dan, dia masih menyusu. Haruskah saya juga minum multivitamin yang mengandung kalsium tinggi? Mohon arahannya, dok.

Nita – Jakarta

Jawab

Status moderate decay berarti, kondisi gigi berlubang (karies) pada anak termasuk dalam tahap sedang. Artinya, karies sudah mengalami pembusukan (infeksi) sampai ke lapisan gigi kedua (dentin). Ini bukan kondisi yang gawat tapi memang perlu penanganan khusus.

Ada tahapan yang harus dilakukan untuk mengatasi karies. Pada gigi yang rusak, memang harus ditutup untuk mencegah kerusakan pada bagian gigi lainnya. Karena itu, dokter perlu melakukan penambalan untuk mencegah infeksi gigi, agar tidak terlalu dalam. Pemberian bahan tambal dapat merangsang pengembalian mineral-mineral gigi.

Penanganan

Moms tidak perlu khawatir. Tindakan yang dilakukan untuk anak-anak pasti akan berbeda dengan orang dewasa. Dokter tentu akan melakukan pendekatan terlebih dulu agar buah hati Moms merasa nyaman ketika diperiksa. Selain itu, jika anak masih menyusu, maka ibu perlu menambah suplemen seperti kalsium guna merangsang pertumbuhan gigi si kecil. Bisa juga dengan memberikan langsung suplemen yang bagus untuk gigi anak, seperti buah dan sayur.

Gejala

Pada kondisi gigi karies, sakit yang dirasa belum spontan tapi ada rangsangan. Namun, jika yang terinfeksi hingga ke dalam bagian propunda - karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin, dan kadang-kadang sudah mengenai pulpa - maka tanpa adanya penyebab, penderita pasti langsung merasa sakit secara spontan. Misalnya, saat anak minum susu atau minum air dingin, tiba-tiba anak langsung menangis karena merasa sakit pada giginya. Atau, ketika tidur malam anak tiba-tiba menangis karena udara dingin dari penyejuk udara atau kipas angin.

Perawatan

Sejak dini, biasakan anak untuk selalu menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Jika anak sudah mandiri, tetap bangun kebiasaan tersebut. Misalnya, setelah minum susu, biasakan anak untuk berkumur. Pastikan bahwa orang-orang terdekat dengan anak - paman, bibi, nenek, dan kakek - juga melakukan dan mengingatkan hal tersebut.

Biasakan untuk menggosok gigi bersama anak agar ia bisa melihat dan mengikuti cara menyikat gigi yang benar. Buatlah momen menggosok gigi jadi menyenangkan dengan membuat permainan. Jika anak sudah dibiasakan dengan pola seperti ini, saat dewasa nanti ia pun akan terbiasa dengan sendirinya.

Selain itu, perhatikan pula pola makan anak. Usahakan jangan memberi anak makanan yang terlalu lengket karena tidak baik untuk kesehatan giginya. Moms boleh memberinya donat atau makanan manis lainnya, tapi usahakan jangan terlalu sering.

Jika si kecil sudah bisa makan sendiri, berikanlah ia buah atau makanan sebagai finger food, untuk merangsang pertumbuhan giginya.

Salam,


drg. Farichah Hanum, M.Kes

RSUP Dr. Kariadi, Semarang

KLIK DI SINI untuk konsultasi seputar perawatan tubuh, rambut, wajah, kesehatan, hingga urusan asmara. (yac)

(tty)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?