Cara Bedakan Introvert dan Ekstrovert

Cara Bedakan Introvert dan Ekstrovert

Cara membedakan introvert dan ekstrovert (Foto: Skripprichard)

SALAM kenal bang Jeki,

Nama saya Pipit dari Medan. Jika mengikuti beberapa tes psikologi, saya termasuk sebagai seorang yang introvert. Tapi dengan tingkah saya selama ini, sepertinya saya cukup ekstrovert karena tidak punya masalah untuk bersosialisasi dengan orang lain. Mungkin tidak seseorang itu introvert dan ekstrovert sekaligus? Sesungguhnya apa yang membedakan keduanya?

Jawaban:

Dear Pipit,

Rasanya apa yang Pipit sampaikan tentang “saya introvert tapi tidak punya masalah bersosialisasi” adalah kesalahan yang umum dilakukan oleh banyak, terkait perbedaan antara introvert dan ekstrovert. Mohon dibedakan antara pemalu dengan introvert, karena keduanya tidak berhubungan sama sekali.

Berbicara tentang Ekstrovert/Introvert (selanjutnya akan saya tulis dengan E/I) tidaklah dapat dilepaskan dari seorang ahli psikologi dari Swiss bernama Carl Gustav Jung. Jung memperkenalkan kedua konsep ini dalam bukunya Psychological Types yang diterbitkan pada 1921. Alat ukur kepribadian seperti Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan Big Five Personality menggunakan konsep E/I dalam penyusunannya. Jung menjelaskan bahwa kedua tipe kepribadian tersebut dibedakan berdasarkan arah minat dan energi dari diri seseorang, apakah lebih pada kehidupan intrapsikisnya (introvert), atau lebih pada orang lain dan hal-hal di luar diri (ekstrovert).

Seorang introvert mengarahkan perhatiannya pada apa yang terjadi dalam dirinya, reflektif, tenang, berfokus pada satu hal dan melakukannya satu demi satu, serta lebih menyukai beraktivitas sendiri atau bersama beberapa teman terdekatnya, dibanding berada dalam keramaian.

Beberapa kalimat berikut dapat menggambarkan seorang introvert:

  • Saya sering dinilai sebagai "pemikir" atau "menjaga jarak"
  • Saya merasa nyaman berada sendirian dan menyukai hal-hal yang bisa saya lakukan sendiri
  • Saya lebih suka bersahabat dekat dengan hanya beberapa orang dibanding berteman biasa dengan banyak orang
  • Saya kadang-kadang menghabiskan terlalu banyak waktu berpikir dan tidak cepat mengambil tindakan
  • Saya kadang-kadang lupa untuk memeriksa realita yang ada untuk melihat apakah ide-ide saya benar-benar dapat diterapkan.

Seorang ekstrovert mengarahkan perhatiannya pada apa yang terjadi di luar dirinya, dan mendapatkan kepuasan dari dunia di luar dirinya. Ia menikmati berinteraksi dengan banyak orang, banyak bicara, terus terang, dan lebih bersemangat ketika bersama-sama orang lain dibandingkan sendirian.

Beberapa kalimat berikut dapat menggambarkan seorang ekstrovert:

  • Saya sering dinlai "ramah" atau "pintar bergaul”
  • Saya merasa nyaman berada dalam kelompok dan bekerja di dalamnya
  • Saya memiliki berbagai macam teman dan kenal banyak orang.
  • Saya seringkali langsung bertindak dan kurang memberikan waktu untuk mempertimbangkan secara mendalam
  • Sebelum saya memulai sebuah proyek, saya kadang-kadang lupa untuk mengambil waktu memikirkan tentang apa yang ingin saya lakukan dan mengapa saya ingin melakukannya.

Meski pun pilihannya hanya apakah saya introvert atau ekstrovert, tapi kebanyakan teori kepribadian saat ini mengukur tingkat introversi – ekstroversi sebagai sebuah continuum (rentang skala).

Ada orang-orang yang lebih dekat pada salah satu ujung (ektrovert atau pun introvert), tapi ada juga sebagian orang yang berada di tengah-tengah. Orang-orang yang berada di tengah-tengah inilah yang disebut tipe ambiversi atau ambivert. Mereka cukup nyaman bergaul dengan orang lain dan bekerja dalam kelompok, tetapi juga membutuhkan waktu sendirian, jauh dari keramaian.

Jadi Pipit, yang manakah kamu?

Salam,

 

Fredrick Dermawan Purba

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran


KLIK DI SINI untuk konsultasi seputar perawatan tubuh, rambut, wajah, kesehatan, hingga urusan asmara. (yac)

(tty)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?