Menggigiti Kuku Berdampak Negatif untuk Pergaulan

Menggigiti Kuku Berdampak Negatif untuk Pergaulan

Menggigiti kuku berdampak negatif untuk pergaulan (Foto: Simpleremedies)

HALO Bang Jeki, nama saya Weni. Saya punya kebiasaan mengigiti kuku, dan orang-orang sekitar saya mengatakan bahwa kebiasaan itu ada hubungannya dengan alam bawah sadar. Apakah itu benar? Apakah saya harus berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli jiwa? Lalu bagaimana caranya menghentikan kebiasaan ini?

Jawaban:

Dear Weni,

Menggigiti kuku atau nail biting dalam bahasa ilmiahnya disebut Onychophagia (atau onychophagy) yaitu sebuah kebiasaan oral berulang. Dalam bentuk ganggguan yang parah, menggigiti kuku termasuk dalam gangguan pengendalian impuls (impulse control disorder). Hanya saja memang jarang sekali yang dapat dikategorikan gangguan. Weni tidak perlu khawatir, karena 25% anak-anak, 45% remaja, bahkan 50% dewasa memiliki kebiasaan ini dalam rentang keparahan yang tentunya beragam. Yang dikhawatirkan dari kebiasaan ini adalah efek negatif pada tubuh dan pergaulan. Efek negatif pada tubuh muncul karena luka pada kuku dan kulit sekitar kuku yang dapat menjadi jalan masuk kuman sehingga dapat mengganggu kesehatan. Efek buruk pada pergaulan sosial tampaknya sudah Weni alami sendiri, yaitu dipandang aneh bahkan sampai ditegur oleh orang lain.

Ada beberapa cara menghentikannya, yaitu:

1. Cara paling mudah tapi belum tentu ampuh adalah menggunakan pewarna kuku yang rasanya pahit secara konsisten. Rasa pahit yang muncul setiap kali mulai menggigiti kuku akan menjadi semacam "punishment" bagi perilaku menggigit kuku tersebut sehingga diharapkan berkurang munculnya. Hanya saja memang perlu kemauan kuat dari kamu untuk menggunakan pewarna kuku yang pahit tersebut secara terus menerus.

2. Melakukan terapi perubahan perilaku secara mandiri (dapat digabung dengan cara nomer 1 pada langkah yang sesuai), yaitu:

- asesmen: saat kamu mulai menggigiti kukumu, coba berhenti lalu cek apa kapan, apa, dimana, sedang apa, apa yang terjadi di sekelilingmu, apa pikiranmu saat itu, dan apa yang kamu rasakan saat itu. Buatlah catatan tentang itu di sebuah buku catatan kecil dan lakukan selama seminggu. Setelah seminggu, teliti kembali catatanmu dan lihat biasanya dalam situasi apa dan pikiran dan perasaan apa yang muncul sehingga kamu mulai menggigiti kukumu. Ini berguna untuk mengidentifikasi stimulus (penyebab) dari perilaku menggigiti kuku sehinga kamu dapat bersiap untuk melakukan perubahan perilaku yang lebih baik. Ada beberapa orang yang menggigit kuku setiap ia menghadapi situasi yang membuatnya cemas, terutama dalam hal pendidikan (disuruh maju ke depan kelas, menjelang ujian, saat ada guru/dosen galak, dll). Ada yang mulai menggigiti kuku saat ia menghadapi masalah dalam pertemanan, atau sebagian lagi yang saat bertengkar dengan keluarga.

- menangani: Jika sudah tahu biasanya kamu menggigiti kuku sebagai respon terhadap stimulus apa, kamu mulai bisa memikirkan perilaku apa yang bisa lebih produktif atau setidaknya lebih sehat dibanding mengigiti kuku. Ada beberapa alternatif, semisal memakan permen, memasukkan tangan ke saku, bermain dengan bola kecil, makan sayuran, atau menggunakan tasbih (jika kamu muslim). Cara nomer 1 bisa digunakan disini untuk membantu menyadari bahwa kamu sedang menggigiti kuku. jadi tiap kamu secara tak sadar mulai mengigiti kukumu, pahitnya pewarna kuku akan membuatmu tersadar bahwa kamu sedang melakukan kebiasaan burukmu dan dapat menggantinya dengan salah satu alternatif yang lain yang lebih baik. Jangan lupa untuk mengembangkan kemampuanmu menghadapi situasi yang jadi pemicu stres tersebut agar tingkat stres yang diakibatkan oleh situasi tersebut menjadi menurun dan sebagai hasilnya kamu jadi jarang tergoda untuk menggigiti kuku.

- evaluasi: kamu sebaiknya mencatat per hari berapa kali kamu menggigiti kuku dan berapa kali kamu berhasil melakukan alternatif pengganti gigit kuku. Ini akan menjadi pendorongmu untuk lebih berusaha lagi menghilangkan kebiasaan itu. Salah satu cara lain untuk mengevaluasi adalah dengan memfoto kukumu di malam hari sebelum tidur secara rutin untuk melihat adakah kemajuan usahamu mengurangi kebiasaan menggigiti kuku. Semakin sedikit kerusakannya, semakin baik bagimu.

Jika kedua cara tersebut tidak berhasil, silahkan menghubungi psikolog terdekat untuk berkonsultasi. Semoga dapat teratasi segera.

Salam,

 

Fredrick Dermawan Purba

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(fik)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?