Tidak Nyaman dengan Keluarga Calon Suami

Tidak Nyaman dengan Keluarga Calon Suami

Tidak nyaman dengan keluarga calon suami (Foto: Huffingtonpost)

HALO Bang Jeki.

Salam kenal, saya Anis dari Bekasi. Saya menerima lamaran pasangan beberapa waktu lalu. Saya pun makin sering dibawa ke acara-acara keluarga besarnya. Namun ternyata saya tidak merasa nyaman untuk menjalin hubungan dengan mereka. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus jujur dengan pasangan? Atau mencari alasan agar tidak ikut kalau diajak ke acara keluarga?


Jawaban:

Dear Anis,

Selamat ya atas kebahagiaan Anda sudah menerima lamaran dari pasangan. Hari bahagia itu akan hadir sebentar lagi, untuk kemudian dilanjutkan dengan hari-hari baru sebagai pasangan suami istri. Menikah itu tak hanya soal dua pribadi, tapi juga dua keluarga yang terkait.

Jika pilihan Anda menghindar sekarang, apa lagi alasan Anda nanti saat kalian sudah jadi keluarga, dan keluarganya sudah jadi keluarga Anda? Akan bisakah Anda bahagia jika pasangan tak bahagia karena Anda bermain kucing-kucingan dengan keluarganya? Semakin Anda menghindar sekarang, semakin sulit hal itu akan teratasi.

Coba Anda telusuri dengan detil, sebenarnya:

1. Siapa saja di keluarga besarnya yang membuat Anda tidak nyaman untuk berelasi? Keluarga inti pasangankah (ayah, ibu, kakak, adiknya)? Atau mungkin kerabat keluarga itu, semisal tante, om, sepupu, keponakan? Semua orang itu atau hanya beberapa orang?

2. Bagian mana dari relasi itu yang membuat Anda merasa tidak nyaman? Cara berkomunikasinya, sebutan atau panggilan, kegiatan, atau hal lainnya?

Jawaban dari kedua pertanyaan di atas akan sangat krusial sebagai bahan untuk berdiskusi dengan pasangan tentang apa yang Anda rasakan, dan bagaimana kalian bisa menyelesaikannya sebagai pasangan.

Sampaikan pada pasangan apa yang Anda rasakan, sertakan contoh kongkret. Minta ia menjelaskan apa kira-kira hal itu terjadi, dan diskusikan bagaimana sebaiknya menghadapinya. Ia yang lebih tahu, karena itu keluarga besarnya. Lakukan dalam suasana yang tenang, hanya berdua, dan pikiran yang terbuka. Karena ini bukan tentang siapa yang salah, tetapi tentang bagaimana menemukan cara terbaik bagi semua pihak. Ini latihan, sebelum nanti persoalan seperti ini tapi dalam bentuk yang lain akan kalian hadapi ketika sudah resmi menjalin rumah tangga. Jadikan sebagai tantangan untuk lebih mengenal satu sama lain.



Selamat bekerja sama dengan pasangan.


Fredrick Dermawan Purba

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran


KLIK DI SINI untuk konsultasi seputar perawatan tubuh, rambut, wajah, kesehatan, hingga urusan asmara.

(YAC)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?