Langkah Aman Putus Pertemanan di Media Sosial

Langkah Aman Putus Pertemanan di Media Sosial

Langkah aman putus pertemanan di media sosial (Foto: Waltbrite)

DEAR Bang Jeki, nama saya Nabil.

Saya tergabung dalam media sosial. Saya mulai terganggu dengan postingan teman, dan ingin memutus hubungan dengannya di media sosial. Namun saya takut hal tersebut bisa mengganggu hubungan pertemanan kami di dunia nyata. Apa tindakan yang sebaiknya saya lakukan?



Jawaban:

Dear Nabil,

Apa yang Anda alami sepertinya juga dialami oleh banyak orang belakangan ini, termasuk saya. Memang dalam dunia maya, terlebih media sosial, manusia berpikir bahwa ia punya kebebasan lebih dibanding dengan dunia nyata dalam hal mengekspresikan diri. Kendali diri atas perilaku yang ditampilkan cenderung lebih longgar karena persepsi akan bagaimana orang lain akan menilai perilakunya kurang difungsikan selayaknya dalam interaksi tatap muka.

Kecenderungan untuk berpikir “Ini akun saya. Jika Anda suka silakan baca. Jika tidak suka, bukan urusan saya” mendominasi dalam memilih apa yang ditampilkan apa yang disimpan di media sosial. Jika diingatkan, seringkali respons yang muncul adalah “Silahkan unfollow/unshare/ignore saja”. Hanya saja jika ada temannya yang benar-benar melakukan itu, yang muncul adalah rasa kecewa dan berakibat pada pertemanan di dunia nyata, yang seharusnya tidaklah seperti itu.

Anda dapat melakukannya secara bertahap, tergantung dari media sosial mana Anda berhubungan dengannya. Berikut beberapa kemungkinan yang dapat Anda lakukan:

Facebook

Cara termudah adalah dengan unfollow, tapi tetap menjadi friend. Hal ini dapat meminimalisasi konflik yang terjadi seandainya temanmu tidak dapat menemukan namamu dalam lingkup pertemannya.

Twitter

Mute menjadi pilihan yang sama dengan unfollow di Facebook. Bahagia terbebas dari ocehan teman Anda yang tidak nyaman bagi Anda.

Instagram

Rasanya Anda bisa unfollow saja teman jika foto-foto yang dia upload mengganggu.

Path

Hal ini sedikit lebih kompleks. Jika Anda sudah merasa sangat terganggu, lebih baik unshare saja daripada membuat hidup Anda tidak nyaman. Jika Anda masih bisa menahannya, yang bisa Anda lakukan adalah scroll cepat saat ada post darinya.

Media sosial lain

Sila cek kemungkinan untuk hide/unfollow/unshared dari akunnya.

Yang perlu menjadi pegangan Anda adalah bahwa meskipun ia teman Anda, tetapi Anda pun berhak untuk menjaga kebahagiaan Anda sendiri. Bukankah salah satu fungsi pertemanan adalah menambah kebahagiaan, bukan kesengsaraan?

Seandainya dia tahu Anda memutus hubungan dengannya di sebuah atau beberapa media sosial, lalu ia datang menanyakannya, sampaikan secara jujur dan terbuka. Katakan bahwa Anda tidak nyaman dengan beberapa post-nya, dan lebih baik bagi Anda untuk tidak terpengaruh oleh itu.

Katakan juga bahwa ia dan Anda masih berteman di dunia nyata. Jika ia bisa menerimanya, berarti ia menerima pilihan Anda. Berikan respons sebagaimana biasanya Anda sebagai temannya. Jika ia tidak dapat menerimanya lalu menjauhi Anda, itu adalah pilihannya dan Anda harus menghormatinya.

Ingat, kesejahteraan diri Anda adalah Anda yang harus menjaganya, bukan diserahkan pada rasa tidak enak pada seorang teman.



Salam,

Fredrick Dermawan Purba

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

 

KLIK DI SINI untuk konsultasi seputar perawatan tubuh, rambut, wajah, kesehatan, hingga urusan asmara.

(yac)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?