Keringat Berlebih saat Hamil, Normalkah?

Keringat Berlebih saat Hamil, Normalkah?

Hamil berkeringan, wajarkah? (Foto: Scitechdaily)

DOK, saya sedang hamil enam bulan. Selama menjalani kehamilan ini memang saya tidak mengalami keluhan khusus. Hanya saja belakangan ini saya mudah sekali berkeringat. Sebentar-sebentar sudah keringatan dan berganti baju. Sebenarnya apakah ini wajar dialami ibu hamil? Terima kasih. Lola - Tegal

Berkeringat merupakan reaksi yang berupaya ‘mendinginkan’ tubuh dengan cara memberikan hidrasi pada kulit agar terasa dingin. Dengan cara melepaskan kalori - energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah - melalui keringat yang dihasilkan.

Jadi, pada umumnya berkeringat terjadi saat tubuh menengarai adanya peningkatan suhu. Pada peningkatan suhu dari luar, keringat dikeluarkan untuk menurunkan suhu tubuh, sementara pada kondisi terjadi peningkatan suhu dari dalam atau demam, salah satu reaksi untuk menurunkan suhu tubuh juga dengan menyalurkan panas yang timbul keluar bersama dengan keringat.

Ketika hamil, terjadi peningkatan aliran darah ke dalam kulit yang membuat ibu hamil merasa lebih hangat. Akibatnya merangsang kelenjar keringat untuk mendinginkan tubuh. Meningkatnya hormon progesteron sehingga pembuluh darah kecil pada kulit terbuka lebar. Ibu hamil pun lebih merasa kepanasan. Ditambah lagi usia kehamilan yang semakin besar, bukan hanya massa tubuh yang meningkat, tapi lemak tubuh juga meningkat.

Metabolisme dalam tubuh ibu hamil juga mengalami peningkatan yang luar biasa dalam rangka memenuhi kebutuhan akan perkembangan, bukan saja organ reproduksi tetapi juga seluruh organ penting ibu dan janin.

Memang peningkatan ini didukung adanya perubahan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta berbagai hormon yang memengaruhinya. Keseluruhan peristiwa tersebut kemudian berkontribusi pada peningkatan produksi keringat pada tubuh ibu hamil baik trimester pertama, kedua dan ketiga.

Tak cukup hanya itu, pada kehamilan khususnya hormon reproduksi akan mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Lonjakan ini memengaruhi keluarnya keringat yang berlebihan tanpa dipengaruhi oleh suhu luar maupun dalam tubuh. Tak heran meski udara di luar sedang dingin, menggunakan AC, setelah mandi pun bumil masih merasa kepanasan.

Beberapa bumil sudah mengeluhkan peningkatan keringat sejak awal kehamilannya, namum sebagian besar merasakan ini pada akhir trimester kedua dan sepanjang trimester ketiga.

dr. Dwirani Amelia, SpOG.

RSIA Budi Kemuliaan Jakarta

(ren)

Baca Juga

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?

Bolehkah Mengatasi Ruam Popok dengan Menggunakan Krim?