Gara-Gara Ikut Biro Jodoh Online Jadi Minder

Gara-Gara Ikut Biro Jodoh Online Jadi Minder

Gara-gara ikut biro jodoh online jadi minder (Foto: Google)

BANG Jeki, apa kabar? Seiring perkembangan zaman, saat ini saya tergabung dalam sebuah biro jodoh online. Saya rajin berkenalan dengan orang lain lewat chatting, dengan hanya melihat fotonya. Tapi sepertinya sekarang, saya jadi merasa minder jika harus berkenalan orang secara langsung, misalnya dicomblangi oleh teman. Apakah ini efek buruk biro jodoh online? Mohon petunjuknya.

Hai kamu yang tidak pede,

Kepercayaan diri dan ketrampilan berelasi interpersonal itu katanya seperti otot dalam tubuh manusia. Jika ia rajin dilatih dan digunakan, maka ia akan makin luwes dan kuat. Sebaliknya jika tidak pernah atau jarang digunakan, maka ia menjadi kaku dan lemah. Tampaknya saat ini “otot” ketrampilan berelasi online kamu yang rajin dilatih dan makin terampil kamu sebagai hasilnya. Hanya saja “otot” ketrampilan memulai percakapan, menampilkan diri yang positif, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan memberikan perhatian secara luwes pada orang lain secara tatap muka (face to face) kamu abaikan dan akibatnya menjadi lemah.

Saran saya bagimu ada dua:

Satu, tetap latih dan kembangkan “otot” berelasi online. Banyak hal yang dapat kamu pelajari dari berinteraksi di dunia maya, antara lain menampilkan diri yang positif melalui serangkaian kata dan gambar, menyampaikan pesan tulisan secara efektif, maupun memilih bagian diri yang paling menarik untuk ditampilkan. Itu jadikan kekuatanmu.

Dua, latih “otot” berelasi offline. Sebelum bertemu muka dengan seseorang yang dicomblangi temanmu itu, coba pikirkan apa yang akan kamu lakukan saat bertemu dengannya. Gunakan kekuatan yang sudah kamu latih di “otot” online. Bayangkan langkah demi langkah apa yang akan kamu katakan dan lakukan. Latih percakapan imajiner yang menurutmu dapat menampilkan hal positif dari dirimu tanpa melebih-lebihkan, apalagi mengada-ada. Jika pertama kali masih belum memuaskan, coba lagi kedua kalinya. Jika masih belum oke, coba lagi ketiga kalinya. Lakukan terus dan terus. Latih “otot” kamu sehingga bisa seperti “otot Ade Rai”.

Semoga berhasil dan bertemu dengan dia yang memang untukmu.

Salam

Fredrick Dermawan Purba
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(tty)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?