Suami Sulit Ucapkan Permintaan Maaf pada Istri

Suami Sulit Ucapkan Permintaan Maaf pada Istri

Suami sulit ucapkan permintaan maaf kepada istri (Foto: Idiva)

HAI Bang Jeki,

Saya Anggi. Saya memiliki suami yang susah sekali mengucapkan maaf jika berbuat salah. Memang sih dia mengungkapkannya melalui tindakan, tapi kan saya juga berharap ada kata-kata permintaan maaf keluar dari mulutnya. Apakah saya terlalu banyak menuntut?



Jawaban:

Dear Anggi,

Bagi banyak orang, terutama perempuan, perasaan apapun lebih baik jika dapat diungkapkan dengan kata-kata sekaligus tindakan yang sesuai. Seringkali perhatian, cinta, dan rasa rindu pasangan yang ditampilkan lewat tindakan belum dirasa cukup bagi perempuan jika belum ada kalimat ‘aku cinta kamu’ atau ‘aku kangen sekali sama kamu’ yang keluar dari mulut pasangan. Karenanya tidak berlebihan jika Anda menginginkan pasangan untuk mengucapkan maaf meski ia sudah menunjukkan penyesalan dan tindakan tepat untuk memperbaiki kesalahannya.

Apa yang dapat kalian lakukan?

Pertama, mohon putar kembali ingatanmu apakah Anda juga mengucapkan maaf secara langsung saat kamu melakukan kesalahan. Karena tentunya kita tidak dapat menuntut sesuatu dari orang lain, tapi kita sendiri tidak melakukannya kan ya?

Kedua, tentukan kalimat maaf seperti apa yang minimal kamu butuhkan dari suami. Apakah cukup sepatah kata ‘maaf’ atau butuh kalimat panjang ‘aku minta maaf karen...’? Ini penting agar kamu tahu apa harapanmu yang akan kamu sampaikan padanya di langkah berikut.

Ketiga, berbincanglah dengan suami di saat kalian berdua santai. Katakan harapanmu padanya (cek jawaban nomor dua di atas) beserta alasannya. Gunakan kalimat yang dimulai dengan ‘aku’, bukan ‘kamu’.

Katakan, “Aku senang sekali karena sebagai suami, kamu adalah orang yang segera menyadari kesalahan dan langsung menunjukkan tindakan yang dapat memperbaikinya. Aku akan tambah bahagia jika dapat mendengar kamu mengucapkan kata ‘maaf’ (atau versi lain tergantung jawaban nomor dua di atas) saat kamu menyadari kesalahanmu. Aku sendiri berupaya untuk melakukan hal yang sama. Maukah kamu melakukannya untuk aku?

Jika perlu, tanyakan pada suami apa yang menghambatnya mengucapkan maaf secara langsung.

Keempat, bantu dia untuk melakukannya secara konsisten dengan memberikan hadiah setiap ia mampu mengucapkan maaf secara langsung. Beri ia ciuman atau minimal ucapkan terima kasih saat ia mampu mengucapkan maaf tersebut. Hindari menyindir saat ia lupa atau belum mampu melakukannya karena itu hanya akan menghambatnya.

Semoga berhasil.



Salam,

 

Fredrick Dermawan Purba

 

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(yac)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?