Kiat Menghadapi Suami Penggila Gadget

Kiat Menghadapi Suami Penggila Gadget

Ilustrasi konflik dengan pasangan penggila gadget (Foto: Irishexaminer)

NAMA saya Linda dari Jawa Tengah.

Suami saya sangat tergila-gila dengan gadget. Kalau saya ingin mengajaknya diskusi, pasti dia menghindar, lalu malah bermain dengan tabletnya. Selalu seperti itu sampai saya sudah tidak tahan, akhirnya melempar tabletnya hingga pecah.

Tablet tidak ada, dia masih punya laptop dan smartphone. Sikapnya pun berulang, jadi terkesan dia tidak bisa menghadapi masalah. Apa yang harus saya lakukan? Apakah dia mengalami kecanduan teknologi?



Jawaban:

Dear Linda,

Tampaknya suami Anda bukanlah kecanduan teknologi, melainkan menghindar dari masalah. Berdiskusi soal masalah memang bukanlah hal yang menyenangkan untuk dilakukan oleh siapapun, karena potensi akan dikritik dan bersalah cukup besar. Tapi tanpa diskusi dan kritik, tidak ada kemajuan dalam relasi itu.

Mungkin saja suami Anda pernah atau sering mengalami situasi di mana duduk berbicara empat mata tentang suatu masalah tertentu bukanlah sesuatu yang aman dan nyaman dilakukan, bahkan tidak mungkin dilakukan. Mungkin di lingkungannya ia terbiasa dengan debat panas emosional yang membuatnya cemas sehingga respons menghindar adalah yang terbaik.

Saya menyarankan Anda untuk menanyakan pada suami kapan dan di mana dia merasa cukup nyaman untuk berdiskusi. Minta dia menetapkan waktu dan tempat, sebagaimana layaknya seorang profesional di kantor yang hendak membuat janji temu. Bahkan jika dirasa hal itu sulit baginya, Anda dapat mengirimkan email padanya menceritakan apa yang menjadi masalah bagi Anda yang ingin Anda bahas, lalu Anda minta waktu bertemu dengannya membicarakan hal ini. Harapannya adalah suami Anda terstimulasi dan sedikit tersindir bahwa istrinya sendiri harus membuat janji temu untuk berdiskusi.

Sebuah catatan untuk Anda:

Ketika Anda tidak tahan lagi dan melempar tabletnya hingga pecah atau perilaku emosional lainnya, hanya akan memperburuk perilaku menghindar suami. Dia seakan mendapatkan pembenaran bahwa saat berbicara dengan Anda tentang masalah apapun, Anda akan emosi dan melakukan perilaku tak terkendali seperti melempar tablet. Karenanya dia berpikir bahwa perilaku menghindarnya sudah tepat. Jadi jaga diri Anda, jaga emosi Anda, jaga perilaku Anda. Anda yang hendaknya jadi contoh dan membuatnya menyadari bahwa berbincang empat mata tentang suatu masalah dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.



Salam,

 

Fredrick Dermawan Purba

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(yac)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?