Lakukan Ini saat Suami Larang Istri Bekerja

Lakukan Ini saat Suami Larang Istri Bekerja

Ilustrasi suami istri adu argumen (Foto: Womansday)

BANG Jeki, perkenalkan nama saya Fitria. Saya punya jam kerja cukup panjang. Ini menjadi masalah dengan suami. Sampai saya disuruh berhenti kerja. Padahal dengan bekerja bisa membantu perekonomian keluarga. Apa yang sebaiknya saya lakukan?



Jawaban:

Dear Fitria,

Apa yang Anda alami adalah merupakan fenomena yang khas pada wanita bekerja, disebut family-work conflict. Konflik dalam diri wanita karir untuk membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan (yang seringkali tidak memuaskan semua pihak) dan tekanan dari orang sekitar tentang ‘bagaimana seorang wanita seharusnya’ menjadi salah satu penyebab stres pada wanita karir, yang kemudian berdampak negatif pada hasil di keluarga dan di pekerjaan.

Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan, baik Anda pribadi maupun bersama pasangan:

Pertama, tanyakan pada diri sendiri apa yang menjadi alasanmu bekerja? Jawabannya dapat bermacam-macam, misalnya aktualisasi diri, menambah penghasilan keluarga, menunjukkan kemandirian pada orang lain, dll. Alasan ini menjadi penting bagi Anda karena alternatif solusi yang dikeluarkan nantinya akan sangat tergantung pada jawaban pertanyaan pertama ini.

Kedua, apa yang akan terjadi bila Anda tidak bekerja? Apa efeknya bagi Anda dan bagi keluarga? Apakah Anda pribadi tidak akan bisa memenuhi jawaban pertanyaan pertama tadi? Atau secara finansial keluarga akan terancam tidak bisa memenuhi segala kebutuhan? Atau Anda tidak merasa diri Anda berharga sebagai pribadi?

Ketiga, komunikasikanlah pada pasangan jawaban pertanyaan pertama dan kedua agar ia benar tahu apa yang Anda pikirkan dan rasakan.

Keempat, buatlah perhitungan secara rinci dan mencakup skenario terburuk tentang apa yang terjadi jika Anda berhenti bekerja, terutama dari sisi finansial (seperti yang Anda tuliskan di pertanyaan Anda). Buatlah kolom pemasukan dan pengeluaran berdasar yang selama ini aktual terjadi. Untuk saat ini berfikirlah realistis, bukan idealis. Pertimbangkan semua hal.

Kelima, carilah alternatif pekerjaan yang mungkin dapat lebih memenuhi keinginan pasangan, keinginan Anda, dan tuntutan finansial (catatan: ini tidak berlaku jika ternyata di poin keempat hasilnya sangat aman).

Diskusikanlah dengan pasangan dan temukan yang terbaik bagi kalian berdua, bukan hanya untuk memenuhi keinginan salah satu pihak saja.



Salam,

Fredrick Dermawan Purba

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(yac)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?