Pacaran Beda Agama, Pertimbangkan Tiga Hal Ini

Pacaran Beda Agama, Pertimbangkan Tiga Hal Ini

Ilustrasi pasangan (Foto: Foxnews)

MAS Jeki, nama saya Andri. Saya memiliki permasalahan dengan kekasih yang memiliki perbedaan agama. Saya harus lanjut atau putuskan? Atau malah backstreet?

Jawaban:

Dear Andri,

Pertanyaan yang kamu ajukan saat ini juga banyak ditanyakan oleh pasangan lain yang berbeda agama. Lanjut atau putus? Saya tidak bisa menjawab apa yang mesti Anda lakukan karena ini menyangkut hidup Anda, bukan hidup saya pribadi.

Karenanya saya akan memaparkan beberapa pertimbangan untuk Anda:

1. Apakah Anda mencintainya? Apakah ia mencintai Anda? Apakah Anda dapat membayangkan masa depan bersamanya sebagai pasangan suami istri dan sebagai keluarga? Pertimbangkan ini pertama karena ini pondasi hubungan kalian.

2. Apakah kalian dapat menerima dan bersedia menikah berbeda agama? Apakah orangtua kalian berdua akan mengizinkan? Menikah beda agama dapat dipilih sebagai salah satu jalan tengah, tentu dengan beragam konsekuensi yang harus ditanggung, seperti perencanaan pernikahan, agama anak, administrasi kewarganegaraan dan lain sebagainya. Ingat, di Indonesia menikah bukan hanya ikatan antara dua pribadi, melainkan juga dua keluarga. Karenanya keluarga menjadi penting untuk dipertimbangkan.

3. Apakah Anda atau dia akan bersedia berpindah agama jika keadaan mengharuskan (jika poin 2 tidak memungkinkan)? Bagaimana respons keluarga masing-masing, baik yang berpindah agama atau yang tidak? Beban sosial juga harus dipertimbangkan, karena berubah agama tidak seperti berubah alamat tinggal atau pekerjaan saja.

Jika Anda sudah mempertimbangkan ketiga hal ini, maka Anda dapat menentukan apa langkah selanjutnya. Jika Anda akan melanjutkan, lebih baik segeralah berdiskusi dengan pasangan akan rencana kalian untuk mendapatkan izin keluarga dan segala persiapan yang akan dibutuhkan. Jika Anda tidak akan melanjutkan, maka diskusikan dengan pasangan apa yang harus kalian lakukan untuk dapat berpisah dengan baik dan tidak merusak kisah manis yang terjalin selama ini.

Semoga yang terbaik bagi Anda dan pasangan.

Salam,

 

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(yac)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?