Dilema Tidak Ingin Tinggal Dekat Mertua

Dilema Tidak Ingin Tinggal Dekat Mertua

Ilustrasi menantu dan mertua (Foto: Mamashealth)

SAYA Lita, punya permasalahan dalam rumah tangga tentang mertua. Mertua ingin kami tinggal dekat rumahnya. Bahkan kami sudah diberikan rumah. Tapi sebenarnya saya tidak mau tinggal dekat mertua. Bagaimana cara menjelaskannya?



Jawaban:

Dear Lita,

Permasalahan yang juga rasanya dialami oleh beberapa pasangan lainnya. Di satu sisi ada kemudahan karena sudah disediakan rumah, di sisi lain ada keinginan untuk menjadi keluarga kecil mandiri dengan meminimalkan kemungkinan intervensi dari keluarga besar. Apa yang dapat Anda lakukan tentunya tidak terlepas dari apa yang diinginkan oleh suami.

Berdiskusilah dengan suami tentang dampak positif dan negatif dari dua pilihan tersebut. Misal untuk pilihan menerima rumah dari mertua dan tinggal berdekatan, apa saja hal positif yang kalian peroleh dan hal negatif yang dapat saja terjadi. Hindari untuk memasukkan poin yang dimulai dengan kata "takutnya nanti..." atau "pasti deh nanti..." karena seringkali itu berupa kekhawatiran semata.

Demikian pun untuk pilihan tinggal jauh dari mertua. Jika suatu pikiran atau perasaan dimulai dengan "kasihan ya..." atau "enggak enak juga..." janganlah hendaknya jadi pertimbangan utama. Pikirkanlah secara rasional dan matang, termasuk jalan tengah yang mungkin saja dapat diperoleh saat berdiskusi.

Setelah menimbang kedua pilihan tersebut dan mendapatkan pencerahan pilihan mana yang lebih masuk akal, lalu diskusikanlah pengaturan yang dapat mengikutsertakan keinginan orang lain, seperti halnya bagaimana membuat mertua dapat menerima keputusan kalian (jika memang berbeda dengan keinginan mertua). Sebagai contoh adalah membuat jadwal kunjungan ke rumah mertua sekali dalam dua minggu agar tidak dirasa mengabaikan mereka. Begitu pun juga pengaturan yang dapat memaksimalkan kemandirian keluarga kecil Anda, meskipun pilihan yang diambil menuruti keinginan mertua. Misalnya adalah kesepkatan dengan pasangan sampai sejauh mana kalian punya kewenangan mengatur sistem keluarga kalian sendiri meski ada masukan dari orang-orang lain.

Selamat mempertimbangkan dengan cermat.



Salam,

 

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(yac)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?