LDR, Haruskah Dipertahankan?

LDR, Haruskah Dipertahankan?

Bingung untuk memertahankan atau tidak hubungan jarak jauh (Foto: Shutterstock)

PERKENALKAN saya Nina asal Jakarta. Saat ini saya kuliah tingkat akhir di Jakarta, sementara pacar saya di Surabaya. Kami sudah menjalani hubungan sejak SMA, dan kami seumuran. Saya merasakan beratnya menjalani hubungan jarak jauh, apalagi kami jarang ketemu. Apakah hubungan seperti ini layak diperjuangkan?

Dear Nina,

Mengutip Raisa dalam lagunya berjudul ‘LDR’: "Tanpamu langit tak berbintang, tanpamu hampa yang kurasa", memang menunjukkan betapa besar tantangan bagi pasangan yang menjalani relasi pacaran/pernikahan jarak jauh. Akan tetapi, ada beberapa hal yang menjadi keuntungan menjalani long distance relationship (LDR), tentunya jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, yaitu:

- Dapat menjadi pribadi yang mandiri (karena tidak selalu bersama pasangan) sekaligus pribadi yang berkomitmen pada relasi bersama pasangan.

- Belajar (harus mau) berkomunikasi efektif dengan pasangan.

- Tingkat percaya yang relatif lebih tinggi pada pasangan dan meminimalkan rasa cemburu.

- Meningkatkan kemampuan perencanaan rutinitas maupun jangka panjang, semisal waktu bertemu apa saja yang akan dilakukan, waktu bertelefon yang sesuai aktivitas berdua, dan lain-lain.

- Hubungan yang diyakini betul sebagai 'tidak sekadar fisik' karena memang jarang sekali keduanya dapat bertemu. Kedalaman emosional dan komitmen dari hubungan LDR jadi alasan orang mengatakan 'absence makes the heart grow ponder'.

Hal yang menarik bagi saya adalah ketika kamu bertanya, “Apakah hubungan seperti ini layak diperjuangkan?” Kalau ini tidak layak, apa yang membuat kamu mempertahankan hubungan dengannya mulai SMA sampai sekarang kuliah tingkat akhir? Jika alasannya hanya demi status, rasanya tidak bakal melewati enam bulan. Jika dasarnya adalah cinta monyet anak SMA, rasanya begitu ada godaan lawan jenis di tempat baru maka akan segera tergantikan.

Karena itu, saran saya adalah:

(1) Pikirkan, renungkan, dan hayati apa yang membuatmu bertahan dengannya. Apa yang ia miliki dan hubungan kalian miliki sehingga sampai saat ini masih bertahan. Itu poin penting.

(2) Pikirkan rencana masa depanmu, apakah dia termasuk. Apakah ada kemungkinan dapat bersama dalam satu tempat lagi, mengingat sebentar lagi kamu (dan dia) akan selesai kuliah?

(3) tanyakan pertanyaan poin (1) dan (2) kepada pasanganmu, lalu diskusikanlah.

Semoga membantu. Ingatlah bahwa "distance means so little when someone means so much".

Salam

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(tty)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?