Gaji Tidak Naik-Naik, Haruskah Resign?

Gaji Tidak Naik-Naik, Haruskah Resign?

Ilustrasi wanita pekerja (Foto: Huffingtonpost)

BANG Jeki, perkenalkan nama saya Ana, Saya sudah tiga tahun bekerja di sebuah perusahaan. Hingga saat ini saya tidak pernah ada kenaikan gaji. Apakah saya harus resign? Sementara, saya sudah cocok di sini dan akses perjalanan ke rumah juga enak.

Jawaban:

Dear profesional,

Dalam teori motivasi kerja dari Herzberg disebutkan bahwa ada dua kelompok penting:

Pertama, ketidakpuasan kerja ditentukan oleh ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik (luar diri individu), seperti gaji, kondisi dan keselamatan kerja, status, prosedur kerja, dan lainnya. Faktor-faktor ini biasanya lebih terukur. Sejauh mana faktor-faktor tersebut terpenuhi dalam pekerjaan seseorang akan menentukan sejauh mana ia bergerak dari 'tidak puas' menuju 'netral'.

Kedua, kepuasan kerja ditentukan oleh faktor-faktor intrinsik (dalam diri individu), seperti pekerjaan itu sendiri, kemajuan dalam proses, pengakuan dari orang lain akan keberhasilan, dan kemungkinan berkembang (sebagai pribadi maupun jenjang karier). Faktor-faktor ini umumnya tidak terukur kongkrit, tetapi dapat dirasakan oleh pekerja. Sejauh mana faktor-faktor tersebut terpenuhi dalam pekerjaan seseorang akan menentukan sejauh mana ia bergerak dari 'netral' menuju 'puas'.

Karenanya kamu sebaiknya mempertimbangkan dan membandingkan tentang sejauh mana kepuasan kerja dan motivasi kerja kamu dipengaruhi oleh:

Faktor ekstrinsik: tidak adanya kenaikan gaji (negatif) dan akses perjalan ke rumah (positif), juga mungkin ada faktor lainnya

Faktor intrinsik: perasaan cocok dalam pekerjaan (positif), juga mungkin ada faktor lainnya.

Tentukan pilihanmu, lalu temukan cara mengatasinya. Semisal kamu merasa puas dan termotivasi bekeja di tampat kamu bekerja sekarang, coba temukan cara mengusahakan kenaikan gaji. Menanyakan kepada atasan dengan merujuk pada aturan perusahaan mungkin menjadi salah satu cara.

Atau jika kamu merasa bahwa faktor tidak adanya kenaikan gaji ini membuatmu tidak puas dan tidak termotivasi, mencari alternatif pekerjaan di tempat lain yang dapat memenuhi faktor ekstrinsik dan intrinsik menjadi pilihan yang dapat kamu ambil.

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?