Dilema Antara Ikut Suami atau Karier

Dilema Antara Ikut Suami atau Karier

Dilema antara ikut suami atau karier (Foto: Justcoffedating)

SALAM kenal Bang Jeki. Perkenalkan nama saya Riza. Saat ini saya sedang program punya anak. Tapi, tiba-tiba suami diminta untuk pindah tugas ke luar kota. Sementara, saya juga wanita karier yang tidak bisa meninggalkan pekerjaan di sini. Apa yang harus saya lakukan?

Jawaban

Dear Riza, 

Konflik antara dua karier dengan dua tuntutan yang berbeda menjadi salah satu sumber permasalahan pasangan dual-career (pasangan yang keduanya pekerja profesional).

Ditambah pula dengan konflik peran sebagai pasangan suami-istri dengan harapan lingkungan (juga diri pribadi) untuk memiliki keturunan.

Dalam kasusmu, kedua konflik tersebut membaur menjadi satu dalam waktu yang bersamaan. Betapa itu menjadi pergumulan yang berat bagi kalian sebagai pasangan juga sebagai pekerja profesional.

Pertimbangan alternatif mana yang mesti diambil haruslah mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

Pertama, apakah pilihan yang diambil memenuhi keamanan finansial pasangan selama beberapa waktu berikutnya? Dalam beberapa ulasan finansial disebutkan bahwa jika seseorang hendak mengundurkan diri dari pekerjaannya (ataupun sumber penghasilan tetap lainnya) hendaknya ia punya tabungan untuk memenuhi kebutuhan diri (dan keluarganya jika sudah menikah) minimal untuk enam bulan ke depan.

Dalam kasusmu, jika salah satu hendak mengundurkan diri, maka apakah penghasilan pasangannya akan mencukupi untuk biaya berdua dengan tingkat spending yang normal selama minimal enam bulan ke depan? Ditambah lagi dengan apakah kesiapan finansial pasangan juga mencakup pembiayaan kehamilan dan kelahiran yang mungkin terjadi dalam waktu dekat

Kedua, apakah pilihan yang diambil memenuhi kebutuhan psikologis pasangan? Setiap orang, baik pria maupun wanita, punya mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Saat menikah diharapkan rencana masa depan pasangan mengakomodasi tujuan hidup pribadi tadi, tentunya enggan berbagai revisi yang disepakati bersama.

Jika salah satu akan mengundurkan diri, apakah hal itu akan mengganggu keseimbangan kehidupan psikologisnya yang selama ini dicapai lewat bekerja? Apakah ada pengganti yang sepadan untuk itu?

Jika hendak hidup berjauhan, apakah keduanya siap dengan perubahan bentuk relasi yang tadinya bersama tetapi kemudian menjadi jarak jauh?

Ketiga, apakah pilihan yang diambil sudah dinegosiasikan semaksimal mungkin untuk mencapai kepuasan semua pihak? Ada pendapat keluarga besar yang mesti dijadikan pertimbangan, posisi di perusahaan tempat bekerja yang perlu diperjuangkan, atau alternatif bekerja di tempat baru yang mungkin tersedia.

Tentunya saya tidak dapat memutuskan mana pilihan yang harus diambil. Gunakan tiga pertanyaan di atas menjadi bahan diskusi bersama pasangan dan juga keluarga besar (selalu ada baiknya bertanya pendapat mereka).

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Psikolog

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?