Bosan 10 Tahun Pacaran, Nikahi atau Tinggalkan?

Bosan 10 Tahun Pacaran, Nikahi atau Tinggalkan?

Ilustrasi pasangan kekasih (Foto: Thebrunettediaries)

PERKENALKAN nama saya Anton. Saya pria yang cukup matang untuk menikah. Bagaimana cara memberitahukan pasangan saya tentang kebosanan hubungan ini. Saya sudah terdesak usia juga untuk menikah. Saya sudah 10 tahun pacaran dengannya. Keluarga sudah saling kenal. Tapi dalam hati, saya sudah bosan dan tidak mau lanjut ke pernikahan dengan dia. Apakah saya harus lanjut atau meninggalkannya. Lantas, bagaimana mengatakannya?

Jawaban

Dear Anton,

Luar biasa sekali kamu bisa mempertahankan relasi pacaran selama 10 tahun. Jarang sekali ada pasangan pacaran yang mencapai usia hubungan sepanjang itu. Sebagian, biasanya sudah menikah, sebagian lagi sudah putus hubungan.

Tentunya di usia kamu yang sudah matang, lama pacaran yang 10 tahun, dan relasi dekat dengan keluarga diprediksikan akan berlabuh di pelaminan untuk memasuki lembaga pernikahan.

Suatu kewajaran jika orang-orang di sekitar maupun diri pribadi mengharapkan pernikahan kalian. Tapi juga wajar jika ada rasa bosan dalam relasi yang sudah dibina sekian lama.

Sebagaimana layaknya perhiasan yang sudah lama dimiliki dan tidak lagi terasa istimewa (meskipun sebenarnya ia adalah sesuatu yang sangat berharga), dapat saja kamu memilih untuk menjual perhiasan tersebut atau mengupayakan agar ia menjadi istimewa kembali.

Mungkin saja perhiasan tersebut jarang dibersihkan dan dipoles sehingga ia kusam. Mungkin juga ia dipakai kemana pun sehingga banyak goresannya. Mungkin saja ada perhiasan baru di luar sana yang menarik, meski belum tentu lebih berharga dibandingkan yang sekarang ada di tangan.

Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memastikan bahwa kamu memang tak menginginkan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan:

1. Pikirkan kembali masa kalian awal memulai hubungan pacaran. Apa yang membuatmu tertarik padanya? Apa keistimewaan darinya yang membuatmu memilih dia sebagai pasangan? Apa perlakuannya padamu yang membuatmu merasa berbunga-bunga?

2. Pikirkan kembali apa yang membuat kamu tetap bersamanya di tahun kedua, ketiga, keempat dst meskipun ada pertengkaran atau kebosanan yang pernah terjadi? Apa yang kamu dan dia miliki sehingga bertahan sampai saat ini?

3. Apa hal-hal yang selama ini kamu inginkan ingin lakukan sendiri, tidak bersamanya, yang belum bisa kamu lakukan karena berbagai alasan, semisal karena ia tidak menyukainya atau karena itu butuh biaya besar dll?

4. Apa hal-hal yang selama ini kamu ingin lakukan berdua dengannya tetapi belum bisa dilakukan bersama karena berbagai alasan, semisal karena kamu dan atau dia takut mencobanya atau butuh waktu panjang atau biaya besar?

5. Jika kamu diberi kesempatan memberikan sebuah kejutan besar baginya sebagai pemberian terakhir kamu sebagai pasangannya, apa yang akan kamu lakukan? Kesampingkan membelikan suatu barang yang biasa saja, melainkan pikirkan suatu kejutan romantis yang akan membuat dia bahagia selama beberapa hari.

Saya menganjurkan kamu menuliskan jawaban kelima pertanyaan tersebut di sebuah buku catatan yang khusus kamu sediakan untuk menjawab. Lalu kamu dapat melakukan beberapa hal berikut:

a) Sampaikan padanya jawaban pertanyaan nomor 1 dan 2 dalam sebuah momen berdua. Pilih momen di mana kalian dapat berfokus pada hanya diri kalian berdua dan hubungan kalian

b) Pilih satu atau dua hal teratas dari jawaban pertanyaan nomor 3 dan sampaikan pada pasanganmu bahwa kamu ingin melakukannya untuk dirimu sendiri.

c) Pilih satu atau dua hal teratas dari jawaban pertanyaan nomor 4 dan sampaikan pada pasanganmu bahwa kamu ingin melakukannya berdua dengannya.

d) Lakukan apa pun yang kamu tuliskan sebagai jawaban nomor 5

Jika pada saat kamu sudah melakukan poin a) sampai d) dan kamu masih merasakan tidak ada perubahan dalam perasaan kamu kepadanya di mana kebosanan yang sama tetap saja menyelubungi kamu, mungkin sudah waktunya kamu menyampaikan padanya terus terang bahwa kamu merasa bosan dan hendak mengakhiri hubungan dengannya.

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Psikolog

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

 

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?