Dilema Menikah karena Disakiti Pria

Dilema Menikah karena Disakiti Pria

Dilema menikah karena disakiti pria (Foto: Grouponcdn)

SALAM kenal Bang Jeki. Perkenalkan nama saya Dera. Saya wanita yang sudah cukup matang untuk menikah. Saya ada trauma untuk pacaran karena 2 tahun lalu saya disakiti pria. Dia menikah dengan wanita lain. Saat ini saya kapok untuk pacaran dan ragu dengan perjodohan. Entah perjodohan dari orangtua dan dengan konsep ta’aruf, semua itu membuat saya trauma.

Jawaban

Dear Dera,

Sepertinya kisah pilu ditinggal menikah oleh pacar 2 tahun yang lalu begitu berbekas dalam diri Anda. Sehingga setiap kali ada tanda kemungkinan pria lain mendekati Anda, baik secara langsung atau dijodohkan, rasa sakit itu membuat Anda berpaling dan tidak mau memberikan kesempatan.

Kemungkinan juga ‘desakan’ berupa pertanyaan maupun keinginan menjodohkan dari orangt-orang sekeliling Anda bukannya menyembuhkan rasa sakit itu tapi malah membuat Anda makin menghindarinya.

Time will heal any scar’ kalau kata banyak orang. Saya setengah setuju, karena memang luar biasa kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan keadaan apa pun, termasuk luka batin.

Tapi sering kali seiring waktu, luka batin yang berusaha disembuhkan dengan menjauhkannya dari hal serupa yang dapat melukainya malah membuat luka itu menyebar ke seluruh aspek diri manusia dan lebih mengganggu dibanding saat awal ia dimulai.

Karenanya, salah satu cara paling efektif menyembuhkan luka akibat relasi lama adalah memberikan waktu untuk menikmati diri yang tak terikat, lalu (dengan penuh perhitungan dan kesiapan) memulai membuka hati itu untuk berbagi dengan calon pasangannya.

Khawatir akan disakiti lagi adalah wajar, tapi selalu ada kemungkinan bahwa pria yang berikutnya adalah yang terbaik untuk Anda. Apakah Anda mau menutup diri dari munculnya dia yang lebih baik karena seseorang yang kurang baik bagi Anda di masa lalu? Saya rasa tidak.

Apa yang bisa saya sarankan untuk Anda lakukan adalah beberapa hal berikut:

Pertama, bukalah dirimu untuk bertemu dengan pria-pria lain. Kali ini jangan memberi kesempatan hanya pada satu pria untuk mendekati, tapi jika ada berilah waktu untuk beberapa pria sekaligus mendekati Anda. Lebih banyak yang dipilih, secara probabilitas lebih terbuka lebar mendapatkan yang lebih baik

Kedua, beri waktu lebih lama dari biasanya untuk tahap pendekatan. Makin lama waktunya, makin besar kesempatan kamu mengenal pria-pria itu secara mendalam

Ketiga, buang basa-basi dalam tahap perkenalan awal. Berbincanglah yang lebih terbuka, terarah, dan terus terang. Pada waktu di mana sudah lebih nyaman, Anda dapat bercerita kekhawatiran Anda akan kembali ditinggalkan pada pria yang mendekati Anda dan amati respon mereka.

Keempat, minta pendapat dari orang-orang terdekat Anda tentang tiap pria yang mendekati.

Kelima, telisik lebih jauh soal masa lalu pria tersebut dalam relasi sebelumnya. Prediksi terbaik untuk perilaku masa depan diperoleh dari pola perilaku masa lalu

Keenam, katakan pada diri Anda sendiri berulang kali “Saya berhak mendapatkan pasangan yang terbaik bagi saya, yang mencintai saya, dan setia pada saya”.

Semoga relasi Anda selanjutnya adalah yang terbaik.

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Psikolog

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?