Dilema Selingkuh, Sembunyikan atau Minta Maaf

Dilema Selingkuh, Sembunyikan atau Minta Maaf

Ilustrasi pasangan selingkuh (Foto: Popsugar)

SALAM kenal Bang Jeki. Perkenalkan nama saya Ria. Saya wanita menikah dan kebetulan belum memiliki anak. Saya pernah berbuat kesalahan dengan berselingkuh layaknya hubungan suami-istri dengan pria lain. Tapi selingkuh itu hanya terjadi satu hari. Setelah itu saya berusaha untuk mencoba menghindar dari pria itu untuk tidak bertemu. Karena saya takut hal itu terjadi lagi. Pertanyaan saya, apakah saya harus jujur kepada suami? Saya sudah menyembunyikan ini selama 2-3 tahun. Kalau jujur, saya takut pernikahan kami hancur. Apa solusinya? Jujur atau lebih baik saya simpan saja terus.

Jawaban

Dear Ria,

Kejujuran dan keterbukaan adalah pondasi penting dalam rumah tangga. Tanpa kejujuran dan rasa saling percaya, rumah tangga tersebut seperti dibangun di atas pasir. Rumah tangga mudah runtuh ketika ada gelombang yang menerpa. Prinsip ini berlaku untuk 95 persen dari keseluruhan interaksi pasangan.

Hanya saja tidak semua hal perlu disampaikan pada pasangan. Kisah relasi romantis masa lalu sering kali adalah bagian yang lebih baik disimpan di memori jangka panjang yang hanya bisa keluar ketika ada reuni sekolah atau kejadian pertemuan tak terduga. Mengapa begitu? Karena ia tak lagi bermakna untuk kelangsungan hubungan rumah tangga saat ini.

Untuk kasus Anda, memang dua alternatif pilihan yang harus diambil adalah sama beratnya: rasa bersalah atau konflik besar dengan pasangan? Jika dikubur dalam-dalam, rasa bersalah itu akan terus ada. Jika dibuka pada pasangan, konflik besar yang bukannya tidak mungkin mengakhiri pernikahan mengancam untuk terjadi. Pilihannya ada di Anda sendiri.

Jika Anda memilih yang pertama, yaitu menyimpannya dalam-dalam, bersiaplah dengan adanya rasa bersalah yang akan terus menghantui Anda dalam waktu yang cukup lama. Tapi ada sisi positifnya: Anda selalu diingatkan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan, dengan menghindari pria itu maupun pria-pria lain nanti yang mungkin akan mencoba membujuk Anda untuk berselingkuh.

Anda juga lebih terpacu untuk mengusahakan rumah tangga menjadi rumah tangga yang luar biasa, penuh cinta, dan penuh kejujuran (kecuali hal yang satu ini). Kesalahan yang terjadi tak dapat diubah, tapi dapat dijadikan pendorong untuk melakukan hal-hal baik. Suatu saat nanti Anda akan dapat berdamai pada diri sendiri dan melupakan kesalahan tersebut.

Jika Anda memilih yang kedua, yaitu menyampaikan pada suami, maka bersiaplah dengan kemungkinan konflik yang besar. Saya tidak mengetahui bagaimana pribadi suami Anda, tetapi sepengetahuan saya bagi pria, perselingkuhan seksual pasangan adalah sesuatu yang sangat sulit diatasi. Anda mendapatkan kelegaan ketika mengakuinya, itu adalah hal positif yang Anda peroleh. Tantangan berikutnya adalah mengatasi badai setelahnya. Bertemu psikolog atau konselor pasangan menjadi salah satu alternatif yang dapat ditempuh.

Semoga Anda dapat memilih yang paling sedikit ruginya dan paling besar kemungkinan rekonsiliasi bagi Anda dan pasangan.

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

 

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?