Etika Tepat Berbisnis dengan Kekasih

Etika Tepat Berbisnis dengan Kekasih

Etika berbisnis dengan kekasih (Foto: Glamour)

SALAM Kenal Bang Jeki. Kenalkan saya Anindya. Saat ini saya ingin berbisnis dengan pacar. Saya juga belum tentu tahu ke depannya ini akan lancar atau tidak. Kalau putus tentunya ini akan sial bagi saya. Bagaimana mengatur pembagiannya dengan pacar saya. Lantas, bagaimana etika berbisnis yang baik dengan pacar?

Jawaban

Dear Anindya,

Sebuah studi dari Harvard Business School menunjukkan bahwa 30 persen start-up di bidang teknologi di mana pendirinya adalah bersahabat akan gagal. Tambahkan dengan fakta bahwa 9 dari 10 start-up akan gagal berkembang sampai di titik menguntungkan.

Sering kali bisnis yang rugi kemudian merusak pertemanan baik. Jadi bukan saja kalau kamu putus dengan pacar lalu usaha kalian berdua akan hancur, tapi jika usaha tersebut mengalami masalah dapat mendorong hubungan kalian ke jurang kehancuran juga.

Ada beberapa tips yang dapat kamu terapkan jika kamu serius ingin berbisnis bersama pacar:

- Usahakan tetap profesional dalam hal-hal terkait bisnis dan tetap personal dalam hal-hal terkait hubungan pacaran kalian.

- Tulis segala yang dilakukan, catat segala yang diberikan, rekam segala pengeluaran. Tuliskan tujuan, target, peran, investasi yang dikeluarkan kedua belah pihak, rencana penyelesaian konflik, kompensasi, masa depan usaha jika sesuatu terjadi pada hubungan kalian, dan lainnya. Tandatangan hitam diatas putih disaksikan orang lain yang kalian berdua percaya. “You maybe my girl/boy-friend, but business is business.”

- Gunakan rekening bank yang khusus untuk usaha tersebut. Jangan pernah menggunakan rekening bank pribadi salah satu dari kalian. Hal ini mempermudah pencatatan dan penghitungan investasi, pengeluaran, pemasukan, dan lainnya. Catat segala sesuatu terkait finansial.

- Bagi peran dan tanggungjawab yang jelas dan terstruktur serta tercatat. Kamu berperan sebagai book keeper dan dia marketing misalnya. Apa tugas dan wewenang masing-masing haruslah jelas dan, sekali lagi, tertulis.

- Berkomunikasilah tentang segala sesuatu terkait usaha kalian tersebut. Rasa percaya muncul dari saling terbuka dan bersedia menerima masukan.

Semoga sukses usahanya.

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Psikolog

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

 

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?