Punya Kekasih Lebih Mapan, Ini yang Dirasakan Pria

Punya Kekasih Lebih Mapan, Ini yang Dirasakan Pria

Ilustrasi pasangan kekasih (Foto: Papasemar)

SALAM Kenal Bang Jeki. Saya Ari. Saat ini saya memiliki kekasih yang lebih mapan dari saya. Hanya saja dia lebih mendominasi dan mengatur segalanya sesuai keinginannya. Kekasih saya ini kariernya lebih sukses dan memiliki materi lebih.

Apakah saya harus terus mempertahankan hubungan kami? Karena saya takutnya jika sudah menjadi istri dia akan mengatur segalanya sesuai keinginannya. Sebenarnya saya sayang dengannya tapi tidak suka dengan perilakunya. Tetap saja saya tidak bisa tegas dengannya.

Jawaban

Dear Ari,

Ada beberapa pertanyaan dari saya yang semoga dapat membantumu mengambil keputusan yang terbaik bagimu.

Apa saja yang membuatmu jatuh cinta padanya saat awal membina hubungan? Apakah pada saat itu ketegasan atau dominannya sebagai seorang perempuan adalah salah satu faktor tersebut? Atau pada saat itu dia sangat penurut padamu?

Hal ini saya tanyakan karena pada saat awal jatuh cinta dan di enam bulan pertama, kita biasanya terfokus pada hal positif dari pasangan dan memaklumi (bahkan mengenyampingkan) kekurangannya.

Memasuki bulan ketujuh sering kali kekurangan-kekurangan ini menjadi sumber konflik yang mesti ditangani. Nah, jika kekasihmu dari awal berelasi memang adalah orang yang mendominasi (yang pada saat itu justru jadi daya tariknya atau sesuatu yang kamu abaikan), maka berarti ia tidak berubah, hanya kamu yang melihatnya berbeda sekarang. Jika ia dulu adalah pribadi yang penurut padamu lalu sekarang mendominasi, perlu diteliti apa sebabnya.

Apakah dominan dan mengatur segalanya ini terkait pada hanya hal tertentu atau pada semua hal bahkan yang remeh sekalipun? Untuk menjawabnya, kamu perlu meneliti setiap perilakunya dan membuat catatan pada hal apa yang kamu merasa dia sangat dominan. Karena sering kali Anda menggeneralisasi sebuah perilaku dari ‘beberapa’ menjadi ‘semua’.

Hal apa saja yang membuat kamu merasa tidak nyaman akan perilaku tersebut dan pada hal apa yang kamu merasa justru dominasinya sesuatu yang menguntungkan buatmu? Saat memberikan ide soal hendak makan apa atau berpakaian apa misalnya, mungkin bukan sesuatu yang buruk bagimu.

Teliti lagi dalam dirimu apakah perilaku mendominasi itu memang adalah karena ia lebih mapan dari kamu, atau memang itu pribadinya (terlepas dari ia lebih atau kurang mapan), atau karena kamu merasa ‘minder’ sebagai lelaki punya pasangan yang lebih mapan?

Berdasar jawabanmu terhadap empat pertanyaan tersebut, bicarakanlah dengan kekasih. Diskusikanlah segala sesuatunya, mulai dari apa pendapat dan perasaanmu terhadap perilakunya, apa pendapat dan perasaannya terhadap perilakunya sendiri dan keluhanmu, apa yang dapat diubah olehnya dan yang perlu kamu maklumi saja, dan apa yang perlu kamu ubah dari dirimu. Karena berpacaran itu setengahnya bersenang-senang dan setengahnya adalah belajar mengembangkan diri jadi pribadi lebih baik.

Salam,

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran -

Erasmus Medical Center Rotterdam

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?