Begini Harusnya Menghadapi Mertua Kurang Bersahabat

Begini Harusnya Menghadapi Mertua Kurang Bersahabat

Menghadapi mertua (Foto: Google)

KENALKAN saya Alisa. Saat ini saya memiliki kendala dalam pernikahan dengan ibu mertua. Saya menikah dengan suami orang Jerman dan saya orang Indonesia. Kebetulan saya ikut kewarganegaraan suami. Yang menjadi masalah dalam pernikahan kami adalah mertua kurang suka dengan saya.

Jika ibu mertua memarahi selalu rasis ke saya. Hal sepele pun saya selalu disalahkan. Seperti mengatur penataan rumah dan pola asuh anak. Bagaimana saya harus menghadapi hal ini? Agar saya bisa berbaikan dengan mertua. Sementara, suami juga tak bisa berbuat apa-apa jika hal itu terjadi.

Jawaban

Dear Anisa,

Membaca penjelasanmu membuat saya sedikit bingung, karena sepanjang pengetahuan saya yang hidup 2 tahun belakangan ini di Belanda, masyarakat di belahan bumi yang ini (Jerman termasuk) memegang teguh privasi individu dan keluarga.

Anak yang memasuki usia perguruan tinggi sudah dianggap sangat mandiri dan tidak lagi diintervensi oleh orangtuanya, apalagi saat sudah menikah. Mengunjungi orangtua saja dilakukan dengan perjanjian waktu seperti layaknya hendak rapat di perusahaan. Karenanya agak aneh ketika ibu mertua Anda bisa memasuki wilayah privasi keluarga Anda, terlebih jika suami Anda tidak bisa berbuat apa-apa terkait itu.

Beberapa hal yang dapat saya sarankan pada Anda (mohon disesuaikan dengan keadaan aktual dari rumah tangga Anda saat ini) adalah sebagai berikut:

Jika Anda masih serumah dengan mertua (yang saya tahu agak jarang terjadi di masyarakat Jerman), usahakan sebisa mungkin untuk pindah. Tentunya tidak bisa serta merta karena banyak sekali kebutuhannya, tapi hal ini terbaik bagi Anda dan pasangan.

Cobalah untuk lebih asertif (terus terang menyampaikan pikiran-perasaan-kebutuhan) pada mertua Anda dan suami. Budaya Indonesia yang kolektif memang mengakibatkan kita jadi sulit berterus terang dan to-the-point dalam berbicara. Anda perlu ingat bahwa Anda setara dengan ibu mertua Anda.

Ia tidak berhak memperlakukan Anda seperti itu seakan Anda adalah bawahannya. Beranikan diri untuk (i) menyampaikan bahwa Anda tersinggung dengan perlakuannya pada Anda (ii) menanyakan secara langsung dan jelas apa yang dia kehendaki dari Anda (iii) menyatakan dengan jelas bahwa apa yang Anda lakukan untuk rumah Anda dan keluarga adalah keputusan Anda dan suami, apa pun dari mertua adalah berupa saran dan bukan keharusan. Akan sangat tidak nyaman melakukannya, tapi itu adalah hak Anda.

Sampaikan kepada suami secara jelas dan langsung bahwa Anda (i) tidak nyaman dengan perlakuan ibunya (ii) tidak paham mengapa suami tidak bisa berbuat apa-apa (iii) butuh dia untuk membela Anda karena ini adalah rumah tangga kalian berdua. Temukan cara paling efektif untuk membela diri.

Semoga membantu Anisa. Ingatlah bahwa Anda adalah pribadi yang setara dengan siapa pun, termasuk dengan ibu mertua yang ‘westerner’. Anda berhak mengatur rumah tangga sendiri.

Fredrick Dermawan Purba, M.Psi

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran -

Erasmus Medical Center Rotterdam

(vin)

Baca Juga

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?

Dilema Harus Pilih S2 atau Karier?