Tour de Singkarak Kiblat Sport Tourism di Indonesia

Tour de Singkarak Kiblat Sport Tourism di Indonesia

Tour de Singkarak (Foto: Kemenpar)

SPORT TOURISM Tour de Singkarak mulai menumbuhkan bibit di berbagai daerah untuk mempromosikan pariwisata Indonesia lebih lagi.

Bagaimana tidak? Tour de Singkarak yang kini digelar 8 kali setiap tahunnya dinilai mampu menunjukkan kemajuan pariwisata.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia), Rajasapta Oktohari.

"Kami dari federasi, melihat antusiasme dari tahun ke tahun meningkat. Tak dilihat dari TdS saja, Tour de Singkarak ini sudah menjadi benchmark-nya tur di Indonesia, menduplikasi dengan tur-tur yang lain," ungkapnya kepada media saat dijumpai dalam pembukaan Tour de SIngkarak 2016 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin 25 Juli 2016.

Memang, dengan adanya pergolakan event sport yang sekaligus mempromosikan wisata di daerah yang bersangkutan, mulai menumbuhkan antusiasme di daerah lainnya untuk menyelenggarakan serupa. Hal ini juga menjadi ajang "pameran" wisata keliling di daerah tur sepeda tersebut.

"Cukup takjub kemarin diadakannya Tour de Flores. Kita tidak menyangka, Flores, daerah yang paling timur di Indonesia mampu juga mengadakan tur 2.2 race juga dari UCI (Union Cycliste Internationale)," tambahnya.

Rajasapta menjelaskan, bahkan ajang lomba sepeda ini diikuti juga oleh daerah-daerah yang lain. Misalnya, seperti di Danau Toba, Sumatera Utara, meminta untuk mengadakan Tour de Toba. Pada bulan November nanti akan ada Tour de Makassar.

"Pasti ini akan menstimulasi lebih banyak tur di Indonesia. Nantinya, ujungnya adalah Tour de Nusantara. Tour de Nusantara merupakan integrated tour yang ada di Indonesia," tukasnya.

(jjs)

Baca Juga

OBAMA DI JOGJA: Obama Mampir ke Puncak Becici yang Instagramable, Seperti Apa Kecantikannya?

OBAMA DI JOGJA: Obama Mampir ke Puncak Becici yang Instagramable, Seperti Apa Kecantikannya?