Anak Kekinian, Masih Perlukah Didongengkan?

Anak Kekinian, Masih Perlukah Didongengkan?

Ilustrasi anak dan ibu (Foto: Emationaldevelopment)

SEJAK era kecanggihan teknologi muncul, semua hal yang konvensional seakan lenyap. Tak terkecuali budaya mendongeng pada anak.

Mungkin masih segar dalam ingatan, sampai dengan generasi 90-an anak Indonesia sangat akrab dengan sosok Pak Raden yang pandai menyihir anak-anak dengan dongengnya. Namun, bagaimana dengan generasi masa kini?

Masihkah dongeng eksis pada masa kini? Berikut penuturan dari Nina Samidi lulusan dari Sastra Indonesia, Universitas Indonesia sekaligus founder dari komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

“Dongeng memang sudah tidak terlalu popular di Indonesia, padahal dongeng itu sangat bagus untuk anak. Tapi sebenarnya, Indonesia itu banyak lho ternyata punya tradisi bercerita,” ungkap Nina kepada Okezone belum lama ini.

Kendati demikian, mendongeng menurut Nina masih bisa diterapkan untuk anak, bahkan harus. Karena ada banyak manfaat yang akan diperoleh dari mendongeng ini.

“Ketika didongengkan, imajinasi dan kreativitas anak jadi berkembang, selain itu kosakata atau perbendaharaan katanya semakin bertambang pula. Jadi kemampuan bicaranya pun lebih teratur tutur katanya.”

Selain itu, secara emosi anak jadi lebih sabar mendengar sampai dengan ceritanya selesai. Ada juga nilai kehidupan di setiap cerita, sehingga anak bisa memilah-milah perbuatan baik dan buruk.

“Anak bisa tahu, oh menabung itu penting ya atau dalam bermain tidak boleh curang. Nilai-nilai seperti ini yang tidak akan didapatkan dari gadget,” tutup Nina.

(vin)

Baca Juga

Eksplorasi Berbeda <i>Bikin</i> Pasutri Makin Mesra di Akhir Pekan

Eksplorasi Berbeda Bikin Pasutri Makin Mesra di Akhir Pekan