Inilah Tren Wisata di 4 Benua

Inilah Tren Wisata di 4 Benua

Tren wisata di Eropa (Foto: Theguardian)

SETIAP regional memiliki tren yang berbeda dalam industri pariwisata. Seperti tren di Eropa, Amerika Latin, maupun Afrika.

Berdasarkan Penelitian Mastercard: Global Destination Cities Index (GDCI) 2016, ada beberapa tren utama di seluruh dunia. Terutama tren di setiap regional.

Berikut beberapa tren utama di seluruh dunia versi GDCI:

Eropa

London berada pada urutan kedua secara global dan urutan puncak di kawasan Eropa, merupakan kota teratas dalam jumlah pengunjung serta pengeluaran dibandingkan kota-kota tujuan wisata teratas lainnya di kawasan Eropa seperti Paris, Istanbul, Barcelona dan Amsterdam.

Amerika Latin

Ibu Kota Peru, Lima, merupakan salah satu kota tujuan wisata utama. Lima juga merupakan kota dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Amerika Latin sejak tahun 2009 dengan 4,03 juta pengunjung (peringkat 32 secara global).

Level Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) selama tujuh tahun sebesar 9,9 persen (peringkat 15 secara global).

Namun, peringkat tersebut menjadi sangat berbeda ketika diukur pada pengeluaran pengunjung dalam semalam.

Punta Cana memimpin wilayah tersebut dengan USD2,95 miliar atau setara Rp38,5 triliun diikuti oleh kota Meksiko (USD2,27 miliar atau setara Rp29,6 triliun).

Timur Tengah dan Afrika

Dubai menempati posisi puncak pada kawasan Timur Tengah dan Afrika (peringkat 4 secara global), sedangkan Abu Dhabi adalah kota dengan pertumbuhan tercepat sejak tahun 2009 dengan level pertumbuhan CAGR selama tujuh tahun sebesar 19,81 persen.

Hal ini menandakan Uni Emirat Arab sebagai kota yang paling banyak dikunjungi serta memiliki pertumbuhan tercepat di kawasan ini selama dua tahun berturut-turut.

Amerika Utara

New York menempati peringkat 5 secara global. New York merupakan tujuan wisata terpopuler di wilayah Amerika Utara yang kerap dikunjungi wisatawan.

Kota tersebut juga mengalahkan kota lainnya dengan pengeluaran pengunjung yang bermalam sebesar USD18,50 miliar atau Rp24,1 triliun.

Hampir 90 persen pengunjung internasional di New York datang dari luar Amerika Utara, dengan pengunjung terbanyak dari London, Paris, Sao Paulo, Toronto dan Beijing.

(jjs)

Baca Juga

Minta Rp300 Miliar untuk Bangun Sekolah Pariwisata, Kemenpar Dikritik DPR

Minta Rp300 Miliar untuk Bangun Sekolah Pariwisata, Kemenpar Dikritik DPR