Orang Langsing Rentan Kena Kanker Usus Besar

Orang Langsing Rentan Kena Kanker Usus Besar

Ilustrasi (Foto: Sundaypost)

ORANG langsing secara penampilan mungkin terlihat lebih sehat. Namun, sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa orang langsing berisiko lebih tinggi terkena kanker usus. Kenapa?

Studi tersebut menemukan, insulin abnormal dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena kanker usus. Bahkan, risiko tersebut terlepas dari apakah seseorang kelebihan berat badan atau tidak.

Temuan menunjukkan bahwa mengukur kadar hormon bisa membantu mengidentifikasi mereka yang paling mungkin untuk mengembangkan penyakit. Artinya, ini bisa meningkatkan kemungkinan diagnosis dan pengobatan dini.

Ilmuwan penelitian dari International Agency for Research on Cancer (IARC) di Prancis, Dr Marc Gunter, mengatakan, hasil ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa risiko kanker usus dikaitkan dengan kadar insulin tinggi pada orang kurus, serta orang-orang dengan obesitas. Menurutnya, selama ini kondisi kadar insulin tinggi memang jarang terjadi pada orang yang kurus.

"Kadar insulin tinggi umumnya pada orang gemuk, tapi jarang di orang yang lebih kurus. Kami tidak tahu mengapa orang kurus telah mengalami peningkatan insulin, tetapi ini bisa disebabkan oleh pola makan buruk atau kurang berolahraga," jelas Dr Marc Gunter, dikutip dari Sundaypost, Jumat (23/9/2016).

"Mengukur kadar insulin dapat digunakan bersama BMI sebagai alat baru untuk menilai risiko kanker usus, guna menentukan siapa yang paling berisiko dan membutuhkan pemantauan lebih lanjut," tambahnya.

Sementara itu, Dr Panagiota dari World Cancer Research Fund, mengatakan, temuan-temuan penelitian memungkinkan para peneliti mengidentifikasi kelompok penduduk yang berada pada risiko terbesar terkena kanker usus. Dia mengimbau menerapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko terkena kanker usus besar.

"Jadi, sangat penting untuk memiliki pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur. Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko kanker usus, tetapi juga dari sejumlah kanker lainnya," tutup Dr Panagiota.

(hel)

Baca Juga

Hindari Berobat ke Dokter, <i>Yuk</i> Rajin Cek Kesehatan

Hindari Berobat ke Dokter, Yuk Rajin Cek Kesehatan