Mengapa Alkohol Bisa Merusak Hati?

Mengapa Alkohol Bisa Merusak Hati?

Alkohol bisa merusak hati (Foto: Shutterstock)

HATI-hati bila Anda sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Karena organ hati Anda lah yang bisa menjadi ‘korban’. Berikut ini penjelasan dari dr. Atika.

Dalam suatu petang, Pak Dino memeriksakan dirinya ke dokter. Ia memiliki keluhan berupa demam, air seninya menjadinya lebih gelap, perut kanan atasnya terasa sakit, serta kadang-kadang mual. Setelah dilakukan pemeriksaan tubuh secara lengkap dibarengi dengan pemeriksaan darah, diketahuilah bahwa telah terdapat gangguan pada organ hati. Dari hasil wawancara lengkap, dicurigai bahwa kemungkinan besar gangguan hati berasal dari kebiasaan pak Dino mengonsumsi alkohol selama 20 tahun terakhir.

Anda juga seorang pengonsumsi alkohol? Atau bahkan sudah dalam tahap kecanduan? Kalau begitu, sudah saatnya Anda tahu alasan mengapa alkohol buruk bagi kesehatan hati.

Cara Alkohol Merusak Hati

Alkohol bukanlah sekadar minuman biasa yang dapat memberikan efek berupa penurunan tingkat kesadaran (mabuk). Saat dikonsumsi dalam jumlah besar maupun dalam jangka waktu lama, alkohol dapat memunculkan gangguan hati yang disebut sebagai penyakit perlemakan hati akibat alkohol (alcoholic fatty liver disease).

Enzim-enzim yang berperan dalam proses metabolisme alkohol, terutama terdapat pada sel-sel hati. Karena itu, hati adalah organ utama yang melakukan proses metabolisme alkohol untuk dapat dikeluarkan dari tubuh. Mekanisme pasti mengapa terjadi penumpukan lemak pada pengonsumsi alkohol kronik masih belum jelas, namun diperkirakan hal ini berhubungan dengan kegagalan hati mencerna lemak dari proses metabolisme alkohol.

Perlemakan hati pada pengonsumsi alkohol dapat berlangsung dengan cepat, bahkan secepat dua hari pasca mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang sangat tinggi. Setelah mengonsumsi banyak alkohol, mulai tampak perubahan berupa munculnya endapan lemak pada sel-sel hati. Bila konsumsi alkohol tidak dilanjutkan, kondisi ini bisa kembali normal dalam dua minggu pasca penghentian konsumsi.

Lain halnya bila konsumsi alkohol dilanjutkan dalam jangka waktu lama (hingga 10 atau 20 tahun). Gangguan ini tidak memiliki kesempatan untuk sembuh, malah justru memburuk! Timbunan lemak akan terjadi pada banyak sel hati dan akan sangat mengganggu fungsinya. Jangan lupa bahwa hati adalah organ penting bagi tubuh, contohnya untuk melakukan penetralan atas zat berbahaya yang masuk ke tubuh, berperan dalam proses pencernaan lemak, pembentukan protein, dan lain-lain.

Jangan Sampai Telat Menyadarinya

Salah satu hal yang lebih disayangkan, penderita umumnya tidak dapat mengetahui bahwa proses kerusakan hati telah berlangsung di dalam tubuhnya. Saat telah muncul gejala seperti nyeri perut kanan atas, lemah, tidak nafsu makan, demam tidak terlalu tinggi, mual dan muntah, barulah penderita menyadarinya. Padahal, bukan tidak mungkin perlemakan hati telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Itulah alasan mengapa alkohol buruk bagi kesehatan hati.

Tidak hanya penumpukan lemak di organ hati. Alasan lain mengapa alkohol buruk bagi kesehatan hati adalah karena dalam jangka panjang, hepatitis bisa menjadi risiko terburuknya—terutama pada peminum alkohol kronik.

Untuk itu, bagi Anda yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, pahamilan alasan-alasan di atas mengapa alkohol buruk bagi kesehatan hati. Bila Anda ingin menjalani masa tua yang sehat dan bugar, sudah pasti kesehatan hati adalah salah satu penunjangnya.

Mari menjaga kesehatan hati dengan menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan!

(tty)

Baca Juga

Polusi Udara Picu Penyakit Otak, Jantung dan Paru-Paru?

Polusi Udara Picu Penyakit Otak, Jantung dan Paru-Paru?