Serangan Jantung saat Olahraga, Apa Tandanya?

Serangan Jantung saat Olahraga, Apa Tandanya?

Alami serangan jantung saat olahraga (Foto: Shutterstock)

SERANGAN jantung dapat terjadi kapan saja. Risiko serangan bahkan meningkat sampai 50 kali lipat saat berolahraga. Anda perlu memperhatikan gejala awalnya, sehingga ‘pompa kehidupan’ tidak terlambat diselamatkan. Berikut ini penjelasan dari dr. Dyan Mega Inderawati.

Serangan jantung bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, bahkan ketika Anda berolahraga. Tidak hanya pada seseorang yang jarang berolahraga, bahkan seorang atlet pun tidak luput dari intaian serangan mematikan ini. Tentu masih segar dalam ingatan, tragedi yang menimpa beberapa pemain sepak bola yang meninggal di lapangan pertandingan.

Pada saat seseorang berolahraga, terjadi peningkatan kerja jantung sehingga risiko serangan jantung akan meningkat. Risiko ini memang tidak terlalu besar terutama pada orang yang memang terbiasa berolahraga. Pada orang yang tidak biasa berolahraga, risikonya meningkat hingga 50 kali lipat. Oleh karena itu, bila tidak tertangani cepat dan tepat, maka serangan jantung dapat berakibat fatal.

Sebenarnya, dengan mengenali gejala serangan jantung di menit-menit pertama saat berolahraga, Anda bisa menyelamatkan diri Anda sendiri. Dalam penanganan serangan jantung, setiap menitnya begitu berharga.

Perhatikan tanda dan gejala awal serangan jantung ini saat Anda berolahraga:

• Rasa tidak nyaman di dada

Tidak hanya rasa nyeri, perasaan berat, panas atau tidak nyaman di dada juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan atau serangan jantung saat olahraga. Jangan sepelekan ‘jeritan’ awal jantung Anda di detik pertama Anda merasakannya.

• Sesak napas

Bila sesak napas terjadi saat Anda melakukan olahraga yang biasa dilakukan, sebaiknya waspada dan hentikan segala aktivitas. Sesak napas dapat menjadi tanda adanya gangguan jantung ataupun paru.

• Keringat dingin

Berkeringat adalah hal yang wajar saat berolahraga. Tapi waspadalah jika Anda berkeringat dingin; ini dapat menjadi ‘alarm’ bahwa sesuatu yang tidak normal sedang terjadi pada jantung Anda.

• Ritme jantung yang tidak normal

Apabila Anda tiba-tiba merasakan jantung berdegup kencang, dada terpukul-pukul, atau irama jantung tidak beraturan, hentikan aktivitas saat itu juga. Segera istirahat dan cari bantuan medis untuk memastikan kondisi jantung Anda.

‘Periode emas’ untuk menyelamatkan jantung sangat singkat. Penyelamatan jantung secara medis idealnya harus dilakukan dalam kurun waktu 30-60 menit setelah serangan terjadi. Semakin lama Anda menyadari serangan jantung, semakin kecil peluang Anda menyelamatkan ‘pompa kehidupan’ Anda.

(tty)

Baca Juga

Mencegah Payudara Kendur saat Menyusui

Mencegah Payudara Kendur saat Menyusui