Segera Lakukan Ini ketika Sadari Gejala Leukemia Granulositik Kromosom

Segera Lakukan Ini ketika Sadari Gejala Leukemia Granulositik Kromosom

Ilustrasi (Foto: Brooklnabortionclinic)

PENYAKIT Chronic Myeloid Leukemia (CML) atau Leukemia Granulositik Kronik (LGK) bisa dialami setiap orang dewasa. Gejala LGK yang tidak spesifik dapat berlangsung cukup lama dan terus memperburuk kesehatan. Untuk itu, seseorang harus segera lakukan tindakan pasti.

Gejala seperti anemia dengan tubuh selalu lemas, muka pucat, berat badan turun drastis tanpa sebab jelas, perut begah, nyeri tulang, keringat dingin tiap malam, demam berulang adalah gejala LGK yang mudah terlihat. Sedangkan yang tidak terlihat adalah jumlah sel darah putih abnormal yang harus dicek dengan tes darah di laboratorium.

"Peningkatan jumlah sel darah putih adalah yang harus dicurigai. Kalau hasil tes beberapa kali selalu sama, minimal berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Kalau dokternya jeli dan paham, LGK bisa terdeteksi lebih dini," kata ahli hematologi onkologi medik RS Kanker Dharmais, dr Hilman Tadjoedin, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Jika dokter sudah mencurigai kemungkinan LGK, pemeriksaan Polymerize Change reaction (PCR) bisa disarankan. Tes darah yang sangat sensitif ini penting untuk mengidentifikasi protein jumlah sel leukemia (sel darah putih) dalam tubuh dan sel dengan Ph+CML (kromosom abnormal pemicu LGK) dalam gen BRC-ABL di antara jutaan sel normal.

“Untuk tes PCR ini memang terbilang tidak murah. Saat ini saja tarifnya bisa sekitar Rp 2,8 juta. Tes ini juga memang masih terbatas di rumah sakit besar. Tapi Indonesia sudah bisa memiliki teknologi yang diakui keakuratannya, sehingga pasien tidak perlu ke luar negeri,” tuturnya.

Jika LGK terdiagnosa, pasien dapat segera diobati dengan terapi Tirosin Kinase (TKI) yang dianggap sebagai magic bullet untuk menyembuhkan LGK. Obat ini bekerja untuk memblokir kemampuan gen BRC-ABL abnormal untuk memberi sinyal produksi leukemia berlebih.

“TKI telah menjadi standar pengobatan LGK. Dalam 18 bulan, pasien LGK dapat mencapai status MR4.5 atau undetected ketika BCR-ABL kurang dari 0,0032 persen. Bahkan sekarang bisa dipertajam sampai 12 bulan. Tapi, setelah itu pasien tetap harus mengonsumsi TKI seumur hidup,” tambah dr Hilman.

(hel)

Baca Juga

Antiperspirant Memicu Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?

Antiperspirant Memicu Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?